ETIKET PERJAMUAN MAKAN
Tugas Kelompok
Untuk memenuhi Tugas
Matakuliah
Perilaku dan Soft Skill
Kesehatan
Yang diampu oleh:
Hery
Sumasto, S.Kep.Ns,MM.Kes
Oleh :
KELOMPOK 3
1. FEBRI DEA
2. MEGA APRILA
3. LUTFI KHOLIFATUL J
4. DEBBY CANDRA P
SEMESTER 3
TINGKAT II REGULER A
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN
KEBIDANAN
PROGRAM
STUDI DIII
KEBIDANAN
KAMPUS
MAGETAN
MAGETAN
2014
Etiket
Perjamuan Makan
Manusia
semenjak jaman purba, mungkin telah mengenal etiket makan. Kebiasaan untuk
berbagi hewan buruan di jaman dahulu kala telah menjelma menjadi ritual.
Etiket jamuan makan merupakan salah satu aspek kecil dari sekian banyak etiket yang perlu mendapatkan perhatian setiap orang yang sadar bahwa ia hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik dan hidup dalam masa transformasi masyarakat yang terus berjalan.
Perubahan-perubahan dalam semua kehidupan akibat modernisasi menuntut setiap orang untuk dapat menyesuaikan jika ia ingin sukses dalam hidupnya. Jadi etiket ini merupakan salah satu kunci yang membukakan pintu bagi orang yang ingin memasuki masyarakat luas yang bersifat nasional dan berwawasan global.
Etiket jamuan makan merupakan salah satu aspek kecil dari sekian banyak etiket yang perlu mendapatkan perhatian setiap orang yang sadar bahwa ia hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik dan hidup dalam masa transformasi masyarakat yang terus berjalan.
Perubahan-perubahan dalam semua kehidupan akibat modernisasi menuntut setiap orang untuk dapat menyesuaikan jika ia ingin sukses dalam hidupnya. Jadi etiket ini merupakan salah satu kunci yang membukakan pintu bagi orang yang ingin memasuki masyarakat luas yang bersifat nasional dan berwawasan global.
1. Macam-macam
jamuan makan
Pada saat ini jamuan makan yang populer dilaksanakan
oleh masyarakat luas adalah:
a.
Coffee morning morning tea,
dilaksanakan pukul : 10.00 - 12.00.
b.
Luncheon, dilaksanakan pukul:
13.00 - 15.00.
c.
Tea party, dilaksanakan pukul:
16.00 - 17.30.
d.
Cooktails reception, dilaksanakan
pukul: 18.00 - 20.00.
e.
Dinner, dilaksanakan pukul: 20.00
- dst
Umumnya ada 2 macam
jamuan makan yang sering kita jumpai, yaitu :
1) Prasmanan,
Sikap-sikap yang harus diperhatikan untuk jamuan
makan model prasmanan ialah:
1.
Ambillah hidangan secukupnya
tahap demi tahap Jangan sekali-kali menumpuk seluruh hidangan sehingga terlihat
piring penuh, lebih baik sedikit sedikit kemudian ambil
lagi menu yang lain.
2.
Menikmati hidangan sedikit mundur
dari meja, untuk memberi kesempatan tamu lain
mengambil hidangan
3.
Jangan menyisakan makan yang
telah diambil
4.
jangan meletakkan piring/gelas
kotor pada meja hidangan
5.
harus antri, sehingga tidak
terkesan berebutan.
2)
Makan bersama
Jenis
jamuan makan ini terkesan lebih formal dan banyak hal hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :
1.
Duduk tegak dikursi, tidak
menyandarkan badan di meja makan.
2.
Tidak memindahkan posisi
peralatan makan yang sudah ditata dimeja makan
3.
Sebaiknya tidak makan mendahului,
tunggu semua siap
4.
Tidak ngecap (mengunyah
bersuara), hindari bersendawa atau berisik
5.
Usahakan piring tidak berbunyi.
6.
Tidak berkumur dengan minuman
7.
Jika harus menggunakan tusuk gigi
, tutup dengan tisu / serbet makan.
8.
Makan pelan-pelan sesuap demi
sesuap, sendok tidak terlalu penuh.
9.
Tidak berbicara sambil mengunyah
makanan.
10. Pada saat
makan sendok yang diantar ke mulut, bukan sebaliknya.
11. Tidak meninggalkan
meja makan sebelum semua selesai.
a. Coffee
Morning dan Tea Morning
Coffee morning dan Tea party
adalah jamuan makan yang hidangan pokoknya berupa minuman kopi/teh yang di
sertai makanan kecil baik berupa savoury,sweets maupun kripik-kripik atau kacang-kacang
goreng.Minuman dapat di perluas dengan soft drink lainnya.
Sikap-sikap yang harus diperhatikan oleh para tamu
antara lain ialah:
1.
Selama jamuan berlangsung,mulut
tidak selalu berisi makanan
2.
Menunggu dilayani, tidak perlu
memanggil pelayan
3.
Tamu berjalan keliling secara
tenang,sambil berbincang-bincang dengan tamu lain
4.
Jangan melambaikan tangan dari
jarak jauh kepada kenalan
5.
Bercakap-cakap tidak terlalu
keras
6.
Jangan memilih-milih makanan
terlalu lama
7.
Tidak memberi komentar negatif
tentang makanan atau memberi saran
8.
Makan tidak di muka buffet
9.
Lebih baik jika pria menawarkan
wanita untuk mengambil makanan.
b. Jamuan
Dinner
Sebuah undangan dinner dapat
dipastikan bahwa model pelayanannya bukan prasmanan/buffet,melainkan seated
up,yakni para tamu duduk mengililing meja makan untuk menikmati hidangan. Pada
acara jamuan resmi,artinya yang memerlukan acara protokoler,diperlukan
persiapan yang cermat sampai hal-hal paling kecil.
2. Aturan
Dasar di Meja Makan
Hana Hoed, Director of Marketing &
Communication Hotel Grand Melia-Jakarta mengungkapkan,citra seseorang
bisa terungkap saat jamuan makan. Beberapa etiket yang harus diperhatikan :
a.
Saat memulai
Tuan rumah atau penjamu akan mempersilahkan duduk,persilahkan wanita disebelah anda
untuk duduk terlebih dahulu.Tarikan kursi untuk nya, dan bantu saat duduk.
Setelah wanita dan anak-anak duduk, anda bisa untuk ikut duduk di tempat yang disediakan.
Setelah wanita dan anak-anak duduk, anda bisa untuk ikut duduk di tempat yang disediakan.
Ambil serbet atau napkin yang
diletakkan dimeja atau diatas piring,lipat
menjadi 2. Boleh segitiga atau persegi panjang,dan letakkan di pangkuan
anda.Fungsi dari napkin ini agar makanan yang jatuh ke pangkuan tidak mengotori
celana atau gaun anda.Jangan tautkan serbet di kerah anda hingga menjuntai
seperti mainan.
Makanan akan disajikan dari sisi kanan anda, jadi
pastikan sisi kanan atas meja bersih dari benda-benda pribadi : tas tangan,
gadget atau kotak hadiah untuk penjamu. Benda-benda pribadi tersebut
menyulitkan waiter saat meletakkan piring.
Anda tidak diperkenankan meletakkan siku di
meja.Batas tangan yang boleh bersentuhan dengan meja adalah pertengahan antara
pergelangan tangan dan siku. Saat makan, bukan dengan membungkuk dan mulut anda
yang menghapiri sendok.Namun sendok yang mengarah ke mulut anda.
Penggunaan perlengkapan makan :sendok, garpu dan
pisau mulai dari urutan terluar hingga terdalam.Soup spoon atau sendok sup
biasanya diletakan di bagian atas dan bisa digunakan untuk menyantap sup
sebagai hidangan pembuka.
Jika anda bingung dengan banyaknya sendok dan
garpu,jangan malu untuk bertanya kepada waiter yang menyajikan makanan, tentang
perlengkapan yang digunakan.Dibeberapa tempat, perlengkapan makan disiapkan
berbarengan dengan makanan yang disajikan, untuk menghindari
kebingunan.Sebaiknya tunggu tuan rumah untuk mempersilahkan menikmati urutan
makan, mulai dari makanan pembuka hingga makanan pencuci mulut.
b.
Saat menyantap
Biasanya pramusaji akan mengantarkan roti, pilih
salah satu dan letakkan pada piring roti.Jangan pindahkan roti dari atas piring,potong roti dalam ukuran kecil.Dan dengan pisau roti yang
sudah disiapkan olesi dengan butter atau margarine. Jangan mencocokkan roti
dalam makanan hidangan utama.
Ketika sup disajikan,perhatikan kekentalan
sup.Untuk sup kental,semacam cream soup,anda bisa menyedok dari luar ke
dalam.Namun untuk sup encer, seperti Clear Chicken Soup, sebaiknya menyendok
dari dalam keluar agar tidak memercik ke baju.Jangan terlalu penuh.Apabila sup
dirasa terlalu panas,diamkan sebentar di sendok sup.Jangan meniupnya,karena sup
bisa terpercik dan mengenai sekitar anda.
Ketika makanan utama disajikan, biasanya berupa daging atau steik,potong dengan pisau steik yang disediakan.Perkirakan ukuran potong kecil untuk sekali suap.Ketika memasukkan potongan daging steak kemulut, ujung garpu menghadap kebawah.
Ketika makanan utama disajikan, biasanya berupa daging atau steik,potong dengan pisau steik yang disediakan.Perkirakan ukuran potong kecil untuk sekali suap.Ketika memasukkan potongan daging steak kemulut, ujung garpu menghadap kebawah.
c.
Selama Jamuan Berlangsung
Biarkan tuan rumah yang memulai
percakapan.Senyumlah dengan santai saat bercakap-cakap.Jangan mengunyah sambil
berbicara.Kondisikan gadget anda dalam posisi silent atau getar.Dan tidak
diperbolehkan memainkan gadget saat mekan malam.
Apabila hendak ke kamar kecil, ijinlah ke penjamu
anda dengan mengucapkan “maaf” atau “sorry” atau “pardon me”.Selesai
makan,letakkan sendok garpu di piring dengan posisi lurus.Bisa tertelungkup
atau telentang.
Selesai setiap hidangan appetizer, soup, main
course, dessert , cutlery (dinner knife, dinner fork, dinner spoon, dessert
knife, dessert fork, soup spoon) menghadap arah jarum jam 5.Piring yang telah
kosong akan diambil dari sisi kiri anda,agak geserlah ke sisi kiri piring yang
telah kosong untuk memudahkan waiter mengambilnya. Mengeser piring ke sisi kiri
juga tanda bagi waiter bahwa piring tersebut bisa diambil dari meja.Biarkan
remah-remah makanan yang jatuh dimeja dibersihkan oleh waiter.
Jika ada daging yang menyangkut di gigi, jangan mencongkelnya di depan umum.Cobalah dorong dengan ujung lidah anda.Jika tidak berhasil, ijinlah ke penjamu untuk ke restroom atau toilet.Berkumurlah di wastafel atau congkel serpihan daging tersebut dengan tusuk gigi.
Jika ada daging yang menyangkut di gigi, jangan mencongkelnya di depan umum.Cobalah dorong dengan ujung lidah anda.Jika tidak berhasil, ijinlah ke penjamu untuk ke restroom atau toilet.Berkumurlah di wastafel atau congkel serpihan daging tersebut dengan tusuk gigi.
d.
Hindari Asap
Karena tidak ada asbak maka daerah tersebut
dilarang merokok.Namun,jika santap malam telah selesai dan penjamu mengajak
meokok,maka anda bisa pindah ke bar dan bisa merokok di area yang disediakan.
e.
Menutup dengan Elegan
Jamuan
makan, biasanya ditutup dengan makanan pencuci mulut.Bisa berupa es
krim,kue-kue manis atau buah potong.Anda juga bisa memilih secangkir kopi atau
teh hangat sebagai penutup.
Apabila
anda sebagai tuan rumah jamuan, datanglah 30 menit sebelum acara
berlangsung.Dan pastikan semua tertata rapi.Kenali Restaurant Captain yang
bertugas melayani meja anda.Jika yang anda jamu dirasa penting, tidak ada
salahnya anda meminta Restaurant Manager yang bertugas (On Duty Manager) untuk
menemui anda untuk membicarakan kelancaran jamuan santap makan.Ingat, anda
adalah tuan rumah yang bertanggungjawab atas tamu-tamu anda.Sudut pandang dari
Manager Restaurant berikut bisa dijadikan acaun untuk memastikan perlengkapan
makan diatas meja telah tersusun rapi.
Jangan
panik jika ada gelas atau piring yang jatuh.Biarkan waiter yang bertugas
merapikan. Sebaiknya tersenyumlah dan lontarkan gurauan kecil agar tamu anda
tidak mendapat malu.Gunakan kalimat bercanda, misal “Bisnis kita pasti lancar,
soalnya masalah ikut pecah sama gelas yang jatuh tadi”.
Anda
harus menunggu semua tamu pulang sebelum melakukan pembayaran.Lebih baik
gunakan Kartu Kredit/Kartu Debit agar tidak repot saat membayar.Bill akan
diletakkan dalam wallet/dompet yang diantar ke meja anda.
Hal-hal lain yang bisa diperhatikan saat diundang
Jamuan Makan :
a.
Datang tepat waktu.
b.
Sampaikan keluhan atau permintaan
kepada pelayan dengan sopan.
c.
Menjaga etiket sama dengan
menjaga privasi
d.
Berterus terang diawal kepada
penjamu, misal anda alergi seafood tolak dengan halus saat tuan rumah menawari
seafood.Demikian juga atas larangan agama anda, anda tidak diperbolehkan
menyantap makanan dari hewan tertentu.
e.
Jika anda diajak bersulang oleh
tuan rumah, lakukan dengan antusias.Jika anda,atas dasar agama atau kepercayaan
tidak minum dengan alkohol,lakukan dengan gelas yang berisi minuman bersoda. Jangan
bersulang dengan air bening/air mineral kepada tamu berkewarganegaraan Jepang.
Bersulang dengan air bening, pada perang dunia ke-2 merupakan ritual yang
dilakukan oleh pilot kamikaze atau pilot bunuh diri.
f.
Jangan bergunjing.
g.
Aktiflah bercakap-cakap di meja
makan.
h.
Jangan mengambil perlengkapan
makan yang sudah jatuh kelantai. Sebaiknya, minta perlengkapan baru kepada
waiter yang bertugas.
i.
Ucapkan terima kasih kepada
penjamu.
j.
Siapkan uang cash untuk tip.
3. Tata Cara Makan
a.
Makanlah makanan sesuai ukuran
yang dapat dikunyah (bite size), jangan memakan makanan yang ukurannya terlalu
besar tanpa dipotong terlebih dahulu.
b.
Telanlah makanan yang ada di
mulut sebelum mulai memakan makanan berikutnya.
c.
Bila menggunakan sauce yang
terpisah, pastikan anda mencelupkan makanan kedalam sauce boat / dish.
d.
Untuk makanan yang memang
menggunakan tangan secara langsung (picked/finger food) seperti bruchetta atau
chicken drummets, maka habiskan makanan yang dipegang sebelum mengambil yang
berikutnya.
e.
Mulailah menyantap hidangan bila
semua orang telah mendapat makanan mereka masing-masing.
f.
Hindari meninggalkan meja makan
saat jamuan telah dimulai.
4. Tata Cara Minum
a.
Sebelum minum bersihkan mulut
dari sisa-sisa makanan.
b.
Sebelum minum, pastikan tidak ada
makanan di dalam mulut.
c.
Waktu minum, tidak sedang makan
sesuatu.
d.
Jangan berkumur menggunakan air
minum.
e.
Air minum yang sudah masuk ke
mulut jangan dituangkan lagi ke dalam gelas.
f.
Minumlah secukupnya pada waktu
makan, agar perut tidak terasa penuh.
5. Bila Menerima Undangan
a.
Mengkonfirmasikan kehadiran
kepada pihak yang mengundang. Biasanya dalam undangan ada tulisan RSVP
(Respondez S’il Vous Plait) yang berarti “Mohon Jawaban Segera”.
b.
Datanglah tepat waktu atau
beberapa saat dari waktu undangan tetapi jangan sebelumnya.
c.
Pakailah pakaian sesuai dengan
permintaan yang tercantum dalam undangan, untuk acara formal menggunakan jas /
gaun malam atau kemeja batik lengan panjang / kebaya.
d.
Menjabat tangan tuan rumah di
depan pintu masuk ruangan.Perkenalkan pasangan Anda bila perlu, kemudian
berbaur dengan undangan lainnya.
e.
Sebelum jamuan makan, biasanya
ada Cocktail Party dimana dihidangkan makanan ringan dan minuman.
f.
Mintalah minuman yang tersedia
dan jangan minta minuman yang tidak
ada, tetapi jangan teh atau kopi karena akan dihidangkan setelah makan.
ada, tetapi jangan teh atau kopi karena akan dihidangkan setelah makan.
6. Tata Krama Sebelum Jamuan
a.
Hindari bicara dengan satu orang
saja atau teman sendiri.
b.
Hindari membuat suatu kelompok.
c.
Kendalikan intonasi suara (tone
of voice) saat berbicara dan saat tertawa. Jangan terbahak-bahak sehingga
mengundang perhatian orang lain.
d.
Carilah tempat duduk yang sesuai
dengan table plan.
e.
Perkenalkan pasangan anda kepada
orang yang anda kenal saat anda bertemu mereka.
f.
Apabila kita membawa pasangan,
kita mempersilakan pasangan kita duduk lebih dahulu dengan menarikkan kursi
untuknya.
7. Tata Cara Duduk
a.
Kursi jangan terlalu dekat dengan
meja makan.
b.
Tangan jangan dilipat di atas
meja, tetapi letakkan di pangkuan.
c.
Posisi badan tegap dan tegak.
d.
Kaki jangan menyilang / dilipat
atau dijulurkan kedepan.
e.
Ketika duduk, jangan
melirik-lirik ke kiri dan ke kanan.
f.
Saat duduk jangan memainkan
peralatan makan yang ada.
8. Tata Cara Menggunakan Napkin
(Serbet)
a.
Pada saat kita duduk, biasanya
Waiter akan membukakan napkin untuk kita.
b.
Kalau tidak ada yang membukakan,
maka kita dapat membukanya sendiri, lalu meletakkannya di atas pangkuan kita.
c.
Posisi badan tegap dan tegak.
d.
Napkin dipergunakan hanya untuk
membersihkan bagian mulut atau bibir yang kotor dengan menggunakan tangan kanan
atau kedua tangan kita.
e.
Napkin tidak boleh untuk
membersihkan keringat.
f.
Napkin tidak boleh dipergunakan
untuk membersihkan peralatan makan yang kotor. Bila kita menemukan hal
demikian, panggillah Waiter untuk mengganti.
9. Cara Menggunakan - Peralatan
Makan
a.
Mulailah dengan peralatan yang
terluar kemudian ke dalam.
b.
Kemudian peralatan yang
berikutnya.
c.
Peralatan yang berada dekat
center piece / show plate untuk makanan utama.
d.
Untuk makanan penutup (dessert),
biasanya diletakkan di sisi atas.
e.
Gelas berada di sebelah kanan
atas pisau.
f.
Piring roti berada disebelah kiri
paling luar atau diatas garpu.
10. Cara Menggunakan - Knife &
Fork (Pisau Dan Garpu)
a.
Pisau harus lurus. Gunakan
telunjuk sebagai penekan pisau, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit
pisau.
b.
Posisi fork miring menghadap ke
dalam, jari telunjuk sebagai penekan, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit
fork.
c.
Bila anda adalah termasuk orang
yang menggunakan tangan kiri (left handed) maka seluruh susunan cutleries harus
dipindahkan sebelum jamuan dimulai.
11. Cara memakan - appetizer (Makanan
Pembuka)
a.
Umumnya appetizer dihidangkan
menggunakan dessert plate.
b.
Appetizer dimakan menggunakan
garpu (dessert fork) dan pisau (dessert knife)
c.
Untuk appetizer yang lunak
seperti terrine atau croquet, gunakan hanya garpu saja.
d.
Untuk Appetizer yang
menghidangkan snail (keong) utuh maka digunakan snail fork dan snail tong
e.
Bila Appetizer menggunakan daging
atau sayuran yang terlalu panjang, anda dapat memotongnya dengan menggunakan
pisau (dessert knife)
12. Bagaimana Cara Memakan - Dessert
(Makanan Penutup)
Makanan penutup (dessert) biasanya disajikan
setelah makanan utama (main course) ataupun cheese. Makanan penutup bisa
bermacam-macam jenisnya, antara lain :
a.
Cake menggunakan dessert fork
b.
Pudding menggunakan tea spoon
c.
Fruits menggunakan dessert knife
dan dessert fork
d.
Ice cream menggunakan ice cream
spoon
13. Cara Minum – Coffee/Tea
a.
Coffee atau Tea adalah penutup
dari rangkaian makan.
b.
Coffee dapat dihidangkan dengan
susu ataupun krim
c.
Tea dihidangkan dengan lemon
d.
Untuk cara Perancis coffee atau
tea dihidangkan dengan chocolate praline sedangkan Italia dengan biscoti dan
Inggris dengan biscuit.
e.
Bila ingin menambahkan gula
kedalam cup maka saat mengaduk dengan arah putaran jarum jam, hindari benturan
sendok dengan pinggir cup agar tidak terdengar dentingan suara.
f.
Jangan minum coffee / tea
menggunakan sendok apalagi lewat saucer
14. Etiket Berbicara Saat Makan
a.
Hindari berbicara pada waktu
mulut sedang terisi makanan.
b.
Pada saat berbicara dengan orang
lain, tangan jangan memegang peralatan makan, karena tidak sopan dan tidak baik
dilihat.
c.
Tekanan suara dan intonasi suara
(tone of voice) jangan terlalu keras.
d.
Kalau memanggil seseorang jangan
berteriak-teriak.
e.
Jangan menyela pembicaraan orang
lain pada saat orang tersebut sedang berbicara dengan orang lain. Sebaiknya
tunggu sampai orang tersebut selesai berbicara.
f.
Bila akan meninggalkan tempat
ditengah perbincangan, perkenalkan lawan bicara dengan yang lainnya sebelum
pergi.
15. Tata Cara
Makan yang Baik atau Table Manner
a.
Etika
cara makan yang benar dan baik mulai posisi duduk, cara
memegang alat-alat makan, hingga mengusap mulut ketika selesai. Diawali dari
posisi duduk dan punggung harus selalu tegak.
b.
Posisi
tangan tidak boleh diletakkan di meja. Apalagi bila siku diletakkan di
meja digunakan untuk menyangga kepala. Hanya pergelangan tangan yang boleh
menempel di bibir meja.
c.
Pas mau
makan, aturannya adalah makanan yang mendatangi kita, bukan kita yang
mendatangi makanan. Jadi, saat makan, badan tetap tegak, alat makan
yang diajukan ke mulut. Bagaimana jika yang dihidangkan menu sup? Aturannya
sama saja. Makanya, supaya tidak menetes, mengambil kuahnya jangan terlalu
banyak.
d.
Penggunaan
peralatan makan. Pada perjamuan formal, biasanya banyak peralatan
makan yang tersaji. Ada sendok, garpu, pisau, sendok besar, sendok kecil.
Pelbagai peralatan itu bisa jadi membuat pening bagi orang yang baru pertama
menghadiri jamuan makan formal. Eits, Tak perlu bingung, yang perlu diingat
adalah urut-urutan penggunaan peralatan makan tersebut. Peralatan makan selalu
digunakan mulai bagian terluar menuju ke dalam. Pisau selalu berpasangan dengan
garpu. Begitu juga sendok, biasanya juga berpasangan dengan garpu. Tapi, ada
kalanya sendok digunakan sendirian. Sendok sup, misalnya. Sendok ini berujung
bulat besar. “Jangan sembarangan menggunakan peralatan makan. Bila tidak
sesuai, salah-salah begitu makanan dihidangkan, tak ada peralatan yang
tersisa,” katanya. Sebab, dalam perjamuan makan formal, begitu satu menu
makanan selesai dihidangkan, peralatan makan akan langsung dibersihkan.
e.
Begitu
selesai makan, biasanya kita akan membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan. Dalam
penggunaan serbet ini, ada aturannya. Saat perjamuan makan dimulai, serbet
diletakkan di atas pangkuan. Untuk membersihkan mulut, yang digunakan cukup
ujung serbet saja, jangan keseluruhan. Begitu jamuan selesai, lipat serbet
dengan rapi dan letakkan di atas meja.
f.
Selain
cara makan, beberapa hal perlu diperhatikan selama jamuan makan berlangsung yaitu
ketika menikmati makanan, misalnya, usahakan tidak menimbulkan bunyi. Baik saat
mengecap makanan maupun peralatan makan. Jangan mengunakan peralatan makan
sebagai penunjuk arah. Bila memang ingin menunjukkan sesuatu, letakkan
peralatan makan terlebih dahulu, baru berbicara.
16.
Jika
Jamuan di Restoran
a. Mencari tempat duduk
Pria
membukakan pintu untuk menyilahkan wanita masuk dulu. Wanita jalan dulu
mengikuti pelayan dan pria di belakangnya. Untuk tempat duduk wanita hendaknya
dicarikan tempat duduk yang dapat memberikan pandangan yang baik.
b. Memesan makanan
Cara
memesannya ialah kepada semua tamu ditawari (oleh pria yang mengajak)
jenis-jenis makanan yang dikehendaki, diulangi pesanan itu oleh pria tadi dan
baru pesanan itu diteruskan kepada pelayan.
c. Memanggil pelayan
Pria
memanggil pelayan hanya dengan isyarat saja (misalnya mengangkat jari
telunjuk).
d. Pembayaran
Saat
pembayaran bergantung kepada wanita kapan waktunya akan meninggalkan tempat
itu. Pria yang mengajak kemudian memanggil pelayan dengan hati-hati. Bila
rekening disodorkan oleh pelayan, pria yang mengajak tidak akan memperlihatkan
kepada orang lain. Kecuali waniat yang membayar rekening jika ia mengusulkan,
sebelumnya dibicarakan terlebih dahulu agar tidak menyinggung perasaan pria.
17.
Tata-Tertib
Waktu Makan (Di Rumah Makan, Di Rumah Atau Atas Undangan Di Rumah Mereka)
a.
Cara duduk
Waktu akan duduk geserlah kursi perlahan-lahan sambil
memperhatikan supaya jarak jangan terlalu jauh/terlalu dekat pada meja. Jika
seorang laki-laki ada di samping perempuan hendaknya membantu menggeserkan
kursi sedikit ke belakang agar wanita mudah mengambil tempat.
b.
Keadaan serbet
Sebelum memulai makan, mengambil serbet dan membuka
lipatan serbet serta menaruhnya di atas pangkuan. Jangan sekali-kali mengikat serbet pada ikat pinggang dan mencari serbet setelah makan karena ini salah tidak
sesuai norma yang ada. Gunakan serbet untuk mengusap bibir dan jari-jari.
Jangan sampai ada sisa makanan di mulut dan jika perlu usaplah bibir saat
mengunyah makanan. Setelah selesai letakkan serbet di atas piring kosong dan
tak perlu dilipat rapi.
c.
Alat makan
mana yang pertama digunakan
Merupakan suatu ketentuan
dalam mengatur alat-alat makan bahwa
alat-alat itu diletakkan sedemikian rupa, hingga dapat dimulai dengan alat yang
terjauh dari piring, selanjutnya menurut urutan dan hidangan yang terakhir
dipergunakan alat yang terakhir yang ada di dekat piring.
d.
Giliran makan
yang dihidangkan
Tiap makanan dihidangkan dari sebelah kiri kita. Kita memulai
makan jika semua orang telah mendapatkan hidangan sehingga kita akan memulai
makan dalam waktu yang bersamaan. Kecuali jika tuan rumah mempersilahkan
tamu-tamunya untuk makan terlebih dahulu.
e.
Bagaimana
menggunakan setiap alat makanan
Penggunaan alat makanan disesuaikan dengan
makanan yang kita makan. Misalnya kita memakan nasi, maka kita akan
menggunakan sendok di tangan kanan dan menggunakan garpu di tangan
kiri. Jika makanan yang disajikan daging dan kita ingin menggunakan pisau, maka
letakkan dahulu sendok di pinggir piring baru mengambil pisau.Ingatlah bahwa
penggunaan alat-alat tersebut jangan sampai menimbulkan suara.
f.
Setelah
selesai makan makanan utama disusul oleh hidangan sebagai penutup (desert)
Setelah selesai makan utama biasanya dihidangkan makanan
penutup seperti puding atau es krim dan buah-buahan. Jika disajikan pudding atau buah-buahan, pakailah
pisau sebaik-baiknya dan jangan sampai kulit buah berserakan diatas meja. Jika
disajikan eskrim, jangan biarkan sendok es krim dalam gelas, supaya tidak jatuh
saat diangkat.
g.
Kapan boleh
merokok
Apabila sesudah makan ingin merokok, hendaknya meminta
permisi dulu kepada tamu lain atau apabila makan di rumah keluarga mintalah
permisi dulu kepada tuan rumah.
h.
Bila ada
barang terjatuh dari meja
Bila ada alat makan yang terjatuh seperti sendok, garpu atau pisau
janganlah memperlihatkan kegugupan. Mengatakan penyesalan kepada tuan rumah dan
meminta maaf. Jika yang terjatuh barang kepunyaan wanita maka seorang pria yang
duduk di sebelahnya diminta untuk mengambilnya.
i.
Tempat
tulang-tulang kecil
Tulang-tulang kecil atau serat yang tidak dimakan dapat
dikeluarkan di atas sendok atau garpu lalu diletakkan di atas piring tulang
atau di pinggir piring. Tulang ikan boleh diambil dengan ibu jari dan telunjuk.
j.
Minuman
sebagai acara penutup makanan
Biasanya pada akhir jamuan makanan akan disediakan
minuman sebagai penutup acara. Ingatlah bahwa saat meminum minuman hendaknya
jangan menghirup sampai menimbulkan suara yang keras.
k.
Bagaimana
mengahadapi hidangan
Sepantasnya makanan yang dihidangkan dihabiskan karena
menunjukkan penghargaan kita terhadap tuan rumah. Jika ada makanan yang tidak
kita sukai, boleh sekali-kali kita menolak dengan mengucapkan terima kasih.
Tapi jangan terlalu sering untuk menolak terkecuali jika kita berpantang
makanan yang dihidangkan.
18.
Tindakan Yang Tak Sopan Pada Saat Perjamuan
1) Membersihkan
hidung dan kuku.
2) Menguap
(tutup mulut anda apabila menguap itu terjadi dengan tidak sengaja)
3) Memasukkan
tangan ke saku
4) Batuk dan
bersin
5) Meludah di
tempat yang tidak semestinya
6) Menggaruk
kepala
7) Memainkan
kuku atau menggigit jari
8) Memainkan
dasi atau kancing baju
9) Merapikan
rambut
10) Mengelus
jerawat, jenggot, atau kumis
11) Sering-sering
melihat jam
12) Bersenandung,
bersiul, dan komat-kamit
13) Mengetukkan
kaki di lantai
14) Memegang
peralatan makan selagi tidak makan
15) Mengorek
gigi sehabis makan
16) Menaruh
tas, korek api, atau handphone di atas meja makan
17) Berkomunikasi
menggunakan telepon
18) Tertawa
terbahak-bahak
19) Berteriak
sehingga menimbulkan perhatian banyak orang
20) Berbicara
dengan berbisik-bisik
21) Mengerlingkan
mata dengan orang lain
22) Menggeliatkan
badan
23) Memotong
pembicaraan orang lain
24) Mengunyah
permen karet
25) Merokok
ketika perjamuan makan berlangsung
26) Mendominasi
pembicaraan
27) Datang
terlambat
28) Mengucapkan
bahasa tertentu yang hanya dimengerti sekelompok orang
29) Membaca
koran, novel, majalah, dan lain-lain
30) Meletakkan
tangan di meja
31) Mengunyah
makanan sampai berbunyi keras
32) Menyandarkan
kepala di sandaran kursi makan
33) Memperlihatkan
rasa ingin tahu jumlah pembayaran ketika ditraktir di restoran
19.
Adapun
hal-hal yang sangat baik dilakukan ketika acara perjamuan makan
a. Ketika
berbicara dengan halus dan pembicaraan tersebut melibatkan orang sekeliling
anda.
b. Mendengarkan
pembicaraan orang lain dengan penuh perhatian.
c. Berdiri
pada saat diperkenalkan atau memperkenalkan diri.
d. Memberi
senyum, salam, dan tegur sapa terutama bagi orang sekeliling anda.
e. Menyesuaikan
diri menggunakan waktu untuk menyantap makanan, usahakan dapat selesai
bersamaan dalam satu meja.
f. Datang
tepat waktu sesuai undangan.
g. Berpakaian
sesuai acara yang didatangi.
h. Memberi
konfirmasi kehadiran atau ketidakhadiran kepada yang mengundang.
i. Puji
masakan yang dibuat apabila ada juru masak yang menunggu makanan
j. Mengelap
mulut seusai makan dengan menempelkan napkin di mulut dengan perlahan.
k. Memberi
ucapan terima kasih kepada pramusaji yang melayani anda.
20.
Penjamuan Menurut adat-istiadat di Indonesia
Dalam masyarakat Indonesia ada suatu penjamuan yang dapat
dikatakan bercorak nasional, karena terdapat diseluruh negeri kita. Penjamuan
yang dimaksud ialah ‘selamatan’ (walimah, kenduri, doa salamah, bersyukuran). Selamatan
diadakan untuk menyatakan terima kasih dan memohon kekuatan dalam kehidupan
selanjutnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
21.
Penjamuan Bagaimana menurut dunia Internasional
Jamuan yang diadakan disesuaikan dengan kemampuan
penyelenggara atau tuan rumah. Jamuan dapat dilakukan secara sederhana sampai
jamuan yang besar.
Didunia
Internasional mengenal 3 istilah:
a. “Coffee” :
diselenggarakan pada pagi hari, hidangannya berupa kopi dan kue-kue.
b. “Tea” : diadakan
pada sore hari, hidangannya berupa teh dan kue.
c. “Coctail” : diadakan
pada malam hari, hidanganya dengan minuman kerasatau soft drink dan makanan
kecil.
22.
Hal – Hal Yang Diperhatikan
a. Makanan serba lengkap dapat dihidangkan secara set up
dinner.
b. Menyiapkan meja dimana tamu duduk disekitar meja itu
c. Cara prasmanan. Tamu-tamu mengambil sendiri
makanannya dari sebuah meja yang sudah disiapkan. Hal ini untuk memudahkan tamu
meraih lauk-pauk.
d. Menutup meja sebagaimana mestinya. Diatas meja
jangan meletakkan terlalu penuh makanan atau minuman, kalau meja terlalu kecil
dibandingkan dengan jumlah orang yang diundang lebih baik kita adakan acara
prasmanan.
e. Jumlah alat-alat makanan tergantung pada urutan makanan
dan macam makanannya. Cara peletakannyapun harus disesuaikan dengan makanan
yang dihidangkan pada tamu.
f. Menyediakan tempat pada tamu kita untuk pesta kebun, coffee party atau
coctail party.
g. Pada jamuan teh (pesta kebun, coffee party, atau
coctail party) tuan rumah dan nyonya tidak duduk berdekatan tetapi diantara
tamu biasanya masing-masing dekat tamu yang belum begitu saling mengenal. Pada
jamuan makan orang barat tempat yang disediakan nyonya rumah berbeda dengan
jamuan secara timur. Umumnya di
Indonesia, jika dipisahkan tempat wanita dan pria maka diberikan tempat duduk
kepada wanita bersama dengan nyonya rumah dan tamu laki-laki bersama tuan
rumah. Jadi jika tamu wanita pada sisi kanan meja makan maka tamu pria pada
sisi lainnya. Jika jamuan secara barat, tamu wanita yang kita hormati
duduk disebelah kanan tuan rumah, sedangkan dua orang tamu wanita yang
dihormati ditempatkan disebelah kanan dan kiri tuan rumah. Begitupula jika dua
tamu pria yang dihormati, kita persilahkan duduk sebelah kanan dan kiri tuan
rumah.
23.
Pendidikan yang baik bagi anak-anak
Perlulah sejak dini kita mengajarkan kepada anak tentang hubungan antara
diri mereka dengan orang lain. Menanamkan perasaan serta pengertian kepada
orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan jamuan untuk anak-anak.