Rabu, 22 Oktober 2014



ETIKET PERJAMUAN MAKAN
Tugas Kelompok
Untuk memenuhi Tugas Matakuliah
Perilaku dan Soft Skill Kesehatan
Yang diampu oleh:
Hery Sumasto, S.Kep.Ns,MM.Kes









Oleh :
KELOMPOK 3

1.     FEBRI DEA
2.     MEGA  APRILA
3.     LUTFI KHOLIFATUL J
4.     DEBBY CANDRA P

SEMESTER 3 
TINGKAT  II REGULER A


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
KAMPUS MAGETAN
MAGETAN
2014


Etiket Perjamuan Makan
Manusia semenjak jaman purba, mungkin telah mengenal etiket makan. Kebiasaan untuk berbagi hewan buruan di jaman dahulu kala telah menjelma menjadi ritual.
Etiket jamuan makan merupakan salah satu aspek kecil dari sekian banyak etiket yang perlu mendapatkan perhatian setiap orang yang sadar bahwa ia hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik dan hidup dalam masa transformasi masyarakat yang terus berjalan.
Perubahan-perubahan dalam semua kehidupan akibat modernisasi menuntut setiap orang untuk dapat menyesuaikan jika ia ingin sukses dalam hidupnya. Jadi etiket ini merupakan salah satu kunci yang membukakan pintu bagi orang yang ingin memasuki masyarakat luas yang bersifat nasional dan berwawasan global.
1.     Macam-macam jamuan makan
Pada saat ini jamuan makan yang populer  dilaksanakan oleh masyarakat luas adalah:
a.      Coffee morning morning tea, dilaksanakan pukul : 10.00 - 12.00.
b.     Luncheon, dilaksanakan pukul: 13.00 - 15.00.
c.      Tea party, dilaksanakan pukul: 16.00 - 17.30.
d.     Cooktails reception, dilaksanakan pukul: 18.00 - 20.00.
e.      Dinner, dilaksanakan pukul: 20.00 - dst
Umumnya ada 2 macam jamuan makan yang sering kita jumpai, yaitu :
1)     Prasmanan,
Sikap-sikap yang harus diperhatikan untuk jamuan makan model prasmanan ialah:
1.     Ambillah hidangan secukupnya tahap demi tahap Jangan sekali-kali menumpuk seluruh hidangan sehingga terlihat piring     penuh, lebih baik sedikit sedikit kemudian ambil lagi menu yang lain.
2.     Menikmati hidangan sedikit mundur dari meja, untuk memberi      kesempatan tamu lain mengambil hidangan
3.     Jangan menyisakan makan yang telah diambil
4.     jangan meletakkan piring/gelas kotor pada meja hidangan
5.     harus antri, sehingga tidak terkesan berebutan.



2)     Makan bersama
Jenis jamuan makan ini terkesan lebih formal dan banyak hal hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.     Duduk tegak dikursi, tidak menyandarkan badan di meja makan.
2.     Tidak memindahkan posisi peralatan makan yang sudah ditata dimeja makan
3.     Sebaiknya tidak makan mendahului, tunggu semua siap
4.     Tidak ngecap (mengunyah bersuara), hindari bersendawa atau berisik
5.     Usahakan piring tidak berbunyi.
6.     Tidak berkumur dengan minuman
7.     Jika harus menggunakan tusuk gigi , tutup dengan tisu / serbet makan.
8.     Makan pelan-pelan sesuap demi sesuap, sendok tidak terlalu penuh.
9.     Tidak berbicara sambil mengunyah makanan.
10.  Pada saat makan sendok yang diantar ke mulut, bukan sebaliknya.
11.  Tidak meninggalkan meja makan sebelum semua selesai.
a.   Coffee Morning dan Tea Morning
Coffee morning dan Tea party adalah jamuan makan yang hidangan pokoknya berupa minuman kopi/teh yang di sertai makanan kecil baik berupa savoury,sweets maupun kripik-kripik atau kacang-kacang goreng.Minuman dapat di perluas dengan soft drink lainnya.
Sikap-sikap yang harus diperhatikan oleh para tamu antara lain ialah:
1.     Selama jamuan berlangsung,mulut  tidak selalu berisi makanan
2.     Menunggu dilayani, tidak perlu memanggil pelayan
3.     Tamu berjalan keliling secara tenang,sambil berbincang-bincang dengan tamu lain
4.     Jangan melambaikan tangan dari jarak jauh kepada kenalan
5.     Bercakap-cakap tidak terlalu keras
6.     Jangan memilih-milih makanan terlalu lama
7.     Tidak memberi komentar negatif tentang makanan atau memberi saran
8.     Makan tidak di muka buffet
9.     Lebih baik jika pria menawarkan wanita untuk mengambil makanan.
b.   Jamuan Dinner
Sebuah undangan dinner dapat dipastikan bahwa model pelayanannya bukan prasmanan/buffet,melainkan seated up,yakni para tamu duduk mengililing meja makan untuk menikmati hidangan. Pada acara jamuan resmi,artinya yang memerlukan acara protokoler,diperlukan persiapan yang cermat sampai hal-hal paling kecil.
2.     Aturan Dasar di Meja Makan
Hana Hoed, Director of Marketing & Communication Hotel Grand Melia-Jakarta mengungkapkan,citra seseorang bisa terungkap saat jamuan makan. Beberapa etiket yang harus diperhatikan :
a.     Saat memulai
Tuan rumah atau penjamu akan mempersilahkan duduk,persilahkan wanita disebelah anda untuk duduk terlebih dahulu.Tarikan kursi untuk nya, dan bantu saat duduk.
Setelah wanita dan anak-anak duduk, anda bisa untuk ikut duduk di tempat yang disediakan.
Ambil serbet atau napkin yang diletakkan dimeja atau diatas piring,lipat menjadi 2. Boleh segitiga atau persegi panjang,dan letakkan di pangkuan anda.Fungsi dari napkin ini agar makanan yang jatuh ke pangkuan tidak mengotori celana atau gaun anda.Jangan tautkan serbet di kerah anda hingga menjuntai seperti mainan.
Makanan akan disajikan dari sisi kanan anda, jadi pastikan sisi kanan atas meja bersih dari benda-benda pribadi : tas tangan, gadget atau kotak hadiah untuk penjamu. Benda-benda pribadi tersebut menyulitkan waiter saat meletakkan piring.
Anda tidak diperkenankan meletakkan siku di meja.Batas tangan yang boleh bersentuhan dengan meja adalah pertengahan antara pergelangan tangan dan siku. Saat makan, bukan dengan membungkuk dan mulut anda yang menghapiri sendok.Namun sendok yang mengarah ke mulut anda.
Penggunaan perlengkapan makan :sendok, garpu dan pisau mulai dari urutan terluar hingga terdalam.Soup spoon atau sendok sup biasanya diletakan di bagian atas dan bisa digunakan untuk menyantap sup sebagai hidangan pembuka.
Jika anda bingung dengan banyaknya sendok dan garpu,jangan malu untuk bertanya kepada waiter yang menyajikan makanan, tentang perlengkapan yang digunakan.Dibeberapa tempat, perlengkapan makan disiapkan berbarengan dengan makanan yang disajikan, untuk menghindari kebingunan.Sebaiknya tunggu tuan rumah untuk mempersilahkan menikmati urutan makan, mulai dari makanan pembuka hingga makanan pencuci mulut.
b.     Saat menyantap
Biasanya pramusaji akan mengantarkan roti, pilih salah satu dan letakkan pada piring roti.Jangan pindahkan roti dari atas piring,potong roti dalam ukuran kecil.Dan dengan pisau roti yang sudah disiapkan olesi dengan butter atau margarine. Jangan mencocokkan roti dalam makanan hidangan utama.
Ketika sup disajikan,perhatikan kekentalan sup.Untuk sup kental,semacam cream soup,anda bisa menyedok dari luar ke dalam.Namun untuk sup encer, seperti Clear Chicken Soup, sebaiknya menyendok dari dalam keluar agar tidak memercik ke baju.Jangan terlalu penuh.Apabila sup dirasa terlalu panas,diamkan sebentar di sendok sup.Jangan meniupnya,karena sup bisa terpercik dan mengenai sekitar anda.
Ketika makanan utama disajikan, biasanya berupa daging atau steik,potong dengan pisau steik yang disediakan.Perkirakan ukuran potong kecil untuk sekali suap.Ketika memasukkan potongan daging steak kemulut, ujung garpu menghadap kebawah.
c.      Selama Jamuan Berlangsung
Biarkan tuan rumah yang memulai percakapan.Senyumlah dengan santai saat bercakap-cakap.Jangan mengunyah sambil berbicara.Kondisikan gadget anda dalam posisi silent atau getar.Dan tidak diperbolehkan memainkan gadget saat mekan malam.
Apabila hendak ke kamar kecil, ijinlah ke penjamu anda dengan mengucapkan “maaf” atau “sorry” atau “pardon me”.Selesai makan,letakkan sendok garpu di piring dengan posisi lurus.Bisa tertelungkup atau telentang.
Selesai setiap hidangan appetizer, soup, main course, dessert , cutlery (dinner knife, dinner fork, dinner spoon, dessert knife, dessert fork, soup spoon) menghadap arah jarum jam 5.Piring yang telah kosong akan diambil dari sisi kiri anda,agak geserlah ke sisi kiri piring yang telah kosong untuk memudahkan waiter mengambilnya. Mengeser piring ke sisi kiri juga tanda bagi waiter bahwa piring tersebut bisa diambil dari meja.Biarkan remah-remah makanan yang jatuh dimeja dibersihkan oleh waiter.
Jika ada daging yang menyangkut di gigi, jangan mencongkelnya di depan umum.Cobalah dorong dengan ujung lidah anda.Jika tidak berhasil, ijinlah ke penjamu untuk ke restroom atau toilet.Berkumurlah di wastafel atau congkel serpihan daging tersebut dengan tusuk gigi.
d.     Hindari Asap
Karena tidak ada asbak maka daerah tersebut dilarang merokok.Namun,jika santap malam telah selesai dan penjamu mengajak meokok,maka anda bisa pindah ke bar dan bisa merokok di area yang disediakan.
e.      Menutup dengan Elegan
Jamuan makan, biasanya ditutup dengan makanan pencuci mulut.Bisa berupa es krim,kue-kue manis atau buah potong.Anda juga bisa memilih secangkir kopi atau teh hangat sebagai penutup.
Apabila anda sebagai tuan rumah jamuan, datanglah 30 menit sebelum acara berlangsung.Dan pastikan semua tertata rapi.Kenali Restaurant Captain yang bertugas melayani meja anda.Jika yang anda jamu dirasa penting, tidak ada salahnya anda meminta Restaurant Manager yang bertugas (On Duty Manager) untuk menemui anda untuk membicarakan kelancaran jamuan santap makan.Ingat, anda adalah tuan rumah yang bertanggungjawab atas tamu-tamu anda.Sudut pandang dari Manager Restaurant berikut bisa dijadikan acaun untuk memastikan perlengkapan makan diatas meja telah tersusun rapi.
Jangan panik jika ada gelas atau piring yang jatuh.Biarkan waiter yang bertugas merapikan. Sebaiknya tersenyumlah dan lontarkan gurauan kecil agar tamu anda tidak mendapat malu.Gunakan kalimat bercanda, misal “Bisnis kita pasti lancar, soalnya masalah ikut pecah sama gelas yang jatuh tadi”.
Anda harus menunggu semua tamu pulang sebelum melakukan pembayaran.Lebih baik gunakan Kartu Kredit/Kartu Debit agar tidak repot saat membayar.Bill akan diletakkan dalam wallet/dompet yang diantar ke meja anda.

Hal-hal lain yang bisa diperhatikan saat diundang Jamuan Makan :
a.      Datang tepat waktu.
b.     Sampaikan keluhan atau permintaan kepada pelayan dengan sopan.
c.      Menjaga etiket sama dengan menjaga privasi
d.     Berterus terang diawal kepada penjamu, misal anda alergi seafood tolak dengan halus saat tuan rumah menawari seafood.Demikian juga atas larangan agama anda, anda tidak diperbolehkan menyantap makanan dari hewan tertentu.
e.      Jika anda diajak bersulang oleh tuan rumah, lakukan dengan antusias.Jika anda,atas dasar agama atau kepercayaan tidak minum dengan alkohol,lakukan dengan gelas yang berisi minuman bersoda. Jangan bersulang dengan air bening/air mineral kepada tamu berkewarganegaraan Jepang. Bersulang dengan air bening, pada perang dunia ke-2 merupakan ritual yang dilakukan oleh pilot kamikaze atau pilot bunuh diri.
f.      Jangan bergunjing.
g.     Aktiflah bercakap-cakap di meja makan.
h.     Jangan mengambil perlengkapan makan yang sudah jatuh kelantai. Sebaiknya, minta perlengkapan baru kepada waiter yang bertugas.
i.       Ucapkan terima kasih kepada penjamu.
j.       Siapkan uang cash untuk tip.

3.     Tata Cara Makan
a.      Makanlah makanan sesuai ukuran yang dapat dikunyah (bite size), jangan memakan makanan yang ukurannya terlalu besar tanpa dipotong terlebih dahulu.
b.     Telanlah makanan yang ada di mulut sebelum mulai memakan makanan berikutnya.
c.      Bila menggunakan sauce yang terpisah, pastikan anda mencelupkan makanan kedalam sauce boat / dish.
d.     Untuk makanan yang memang menggunakan tangan secara langsung (picked/finger food) seperti bruchetta atau chicken drummets, maka habiskan makanan yang dipegang sebelum mengambil yang berikutnya.
e.      Mulailah menyantap hidangan bila semua orang telah mendapat makanan mereka masing-masing.
f.      Hindari meninggalkan meja makan saat jamuan telah dimulai.

4.     Tata Cara Minum
a.      Sebelum minum bersihkan mulut dari sisa-sisa makanan.
b.     Sebelum minum, pastikan tidak ada makanan di dalam mulut.
c.      Waktu minum, tidak sedang makan sesuatu.
d.     Jangan berkumur menggunakan air minum.
e.      Air minum yang sudah masuk ke mulut jangan dituangkan lagi ke dalam gelas.
f.      Minumlah secukupnya pada waktu makan, agar perut tidak terasa penuh.

5.     Bila Menerima Undangan
a.      Mengkonfirmasikan kehadiran kepada pihak yang mengundang. Biasanya dalam undangan ada tulisan RSVP (Respondez S’il Vous Plait) yang berarti “Mohon Jawaban Segera”.
b.     Datanglah tepat waktu atau beberapa saat dari waktu undangan tetapi jangan sebelumnya.
c.      Pakailah pakaian sesuai dengan permintaan yang tercantum dalam undangan, untuk acara formal menggunakan jas / gaun malam atau kemeja batik lengan panjang / kebaya.
d.     Menjabat tangan tuan rumah di depan pintu masuk ruangan.Perkenalkan pasangan Anda bila perlu, kemudian berbaur dengan undangan lainnya.
e.      Sebelum jamuan makan, biasanya ada Cocktail Party dimana dihidangkan makanan ringan dan minuman.
f.      Mintalah minuman yang tersedia dan jangan minta minuman yang tidak
ada, tetapi jangan teh atau kopi karena akan dihidangkan setelah makan.

6.     Tata Krama Sebelum Jamuan
a.      Hindari bicara dengan satu orang saja atau teman sendiri.
b.     Hindari membuat suatu kelompok.
c.      Kendalikan intonasi suara (tone of voice) saat berbicara dan saat tertawa. Jangan terbahak-bahak sehingga mengundang perhatian orang lain.
d.     Carilah tempat duduk yang sesuai dengan table plan.
e.      Perkenalkan pasangan anda kepada orang yang anda kenal saat anda bertemu mereka.
f.      Apabila kita membawa pasangan, kita mempersilakan pasangan kita duduk lebih dahulu dengan menarikkan kursi untuknya.

7.     Tata Cara Duduk
a.      Kursi jangan terlalu dekat dengan meja makan.
b.     Tangan jangan dilipat di atas meja, tetapi letakkan di pangkuan.
c.      Posisi badan tegap dan tegak.
d.     Kaki jangan menyilang / dilipat atau dijulurkan kedepan.
e.      Ketika duduk, jangan melirik-lirik ke kiri dan ke kanan.
f.      Saat duduk jangan memainkan peralatan makan yang ada.

8.     Tata Cara Menggunakan Napkin (Serbet)
a.      Pada saat kita duduk, biasanya Waiter akan membukakan napkin untuk kita.
b.     Kalau tidak ada yang membukakan, maka kita dapat membukanya sendiri, lalu meletakkannya di atas pangkuan kita.
c.      Posisi badan tegap dan tegak.
d.     Napkin dipergunakan hanya untuk membersihkan bagian mulut atau bibir yang kotor dengan menggunakan tangan kanan atau kedua tangan kita.
e.      Napkin tidak boleh untuk membersihkan keringat.
f.      Napkin tidak boleh dipergunakan untuk membersihkan peralatan makan yang kotor. Bila kita menemukan hal demikian, panggillah Waiter untuk mengganti.

9.     Cara Menggunakan - Peralatan Makan
a.      Mulailah dengan peralatan yang terluar kemudian ke dalam.
b.     Kemudian peralatan yang berikutnya.
c.      Peralatan yang berada dekat center piece / show plate untuk makanan utama.
d.     Untuk makanan penutup (dessert), biasanya diletakkan di sisi atas.
e.      Gelas berada di sebelah kanan atas pisau.
f.      Piring roti berada disebelah kiri paling luar atau diatas garpu.

10.  Cara Menggunakan - Knife & Fork (Pisau Dan Garpu)
a.      Pisau harus lurus. Gunakan telunjuk sebagai penekan pisau, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit pisau.
b.     Posisi fork miring menghadap ke dalam, jari telunjuk sebagai penekan, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit fork.
c.      Bila anda adalah termasuk orang yang menggunakan tangan kiri (left handed) maka seluruh susunan cutleries harus dipindahkan sebelum jamuan dimulai.

11.  Cara memakan - appetizer (Makanan Pembuka)
a.      Umumnya appetizer dihidangkan menggunakan dessert plate.
b.     Appetizer dimakan menggunakan garpu (dessert fork) dan pisau (dessert knife)
c.      Untuk appetizer yang lunak seperti terrine atau croquet, gunakan hanya garpu saja.
d.     Untuk Appetizer yang menghidangkan snail (keong) utuh maka digunakan snail fork dan snail tong
e.      Bila Appetizer menggunakan daging atau sayuran yang terlalu panjang, anda dapat memotongnya dengan menggunakan pisau (dessert knife)

12.  Bagaimana Cara Memakan - Dessert (Makanan Penutup)
Makanan penutup (dessert) biasanya disajikan setelah makanan utama (main course) ataupun cheese. Makanan penutup bisa bermacam-macam jenisnya, antara lain :
a.      Cake menggunakan dessert fork
b.     Pudding menggunakan tea spoon
c.      Fruits menggunakan dessert knife dan dessert fork
d.     Ice cream menggunakan ice cream spoon

13.  Cara Minum – Coffee/Tea
a.      Coffee atau Tea adalah penutup dari rangkaian makan.
b.     Coffee dapat dihidangkan dengan susu ataupun krim
c.      Tea dihidangkan dengan lemon
d.     Untuk cara Perancis coffee atau tea dihidangkan dengan chocolate praline sedangkan Italia dengan biscoti dan Inggris dengan biscuit.
e.      Bila ingin menambahkan gula kedalam cup maka saat mengaduk dengan arah putaran jarum jam, hindari benturan sendok dengan pinggir cup agar tidak terdengar dentingan suara.
f.      Jangan minum coffee / tea menggunakan sendok apalagi lewat saucer

14.  Etiket Berbicara Saat Makan
a.      Hindari berbicara pada waktu mulut sedang terisi makanan.
b.     Pada saat berbicara dengan orang lain, tangan jangan memegang peralatan makan, karena tidak sopan dan tidak baik dilihat.
c.      Tekanan suara dan intonasi suara (tone of voice) jangan terlalu keras.
d.     Kalau memanggil seseorang jangan berteriak-teriak.
e.      Jangan menyela pembicaraan orang lain pada saat orang tersebut sedang berbicara dengan orang lain. Sebaiknya tunggu sampai orang tersebut selesai berbicara.
f.      Bila akan meninggalkan tempat ditengah perbincangan, perkenalkan lawan bicara dengan yang lainnya sebelum pergi.

15.  Tata Cara Makan yang Baik atau Table Manner
a.      Etika cara makan yang benar dan baik mulai posisi duduk, cara memegang alat-alat makan, hingga mengusap mulut ketika selesai. Diawali dari posisi duduk dan punggung harus selalu tegak.
b.     Posisi tangan tidak boleh diletakkan di meja. Apalagi bila siku diletakkan di meja digunakan untuk menyangga kepala. Hanya pergelangan tangan yang boleh menempel di bibir meja.
c.      Pas mau makan,  aturannya adalah makanan yang mendatangi kita, bukan kita yang mendatangi makanan. Jadi, saat makan, badan tetap tegak, alat makan yang diajukan ke mulut. Bagaimana jika yang dihidangkan menu sup? Aturannya sama saja. Makanya, supaya tidak menetes, mengambil kuahnya jangan terlalu banyak.
d.     Penggunaan peralatan makan. Pada perjamuan formal, biasanya banyak peralatan makan yang tersaji. Ada sendok, garpu, pisau, sendok besar, sendok kecil. Pelbagai peralatan itu bisa jadi membuat pening bagi orang yang baru pertama menghadiri jamuan makan formal. Eits, Tak perlu bingung, yang perlu diingat adalah urut-urutan penggunaan peralatan makan tersebut. Peralatan makan selalu digunakan mulai bagian terluar menuju ke dalam. Pisau selalu berpasangan dengan garpu. Begitu juga sendok, biasanya juga berpasangan dengan garpu. Tapi, ada kalanya sendok digunakan sendirian. Sendok sup, misalnya. Sendok ini berujung bulat besar. “Jangan sembarangan menggunakan peralatan makan. Bila tidak sesuai, salah-salah begitu makanan dihidangkan, tak ada peralatan yang tersisa,” katanya. Sebab, dalam perjamuan makan formal, begitu satu menu makanan selesai dihidangkan, peralatan makan akan langsung dibersihkan.
e.      Begitu selesai makan, biasanya kita akan membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan. Dalam penggunaan serbet ini, ada aturannya. Saat perjamuan makan dimulai, serbet diletakkan di atas pangkuan. Untuk membersihkan mulut, yang digunakan cukup ujung serbet saja, jangan keseluruhan. Begitu jamuan selesai, lipat serbet dengan rapi dan letakkan di atas meja.
f.      Selain cara makan, beberapa hal perlu diperhatikan selama jamuan makan berlangsung yaitu ketika menikmati makanan, misalnya, usahakan tidak menimbulkan bunyi. Baik saat mengecap makanan maupun peralatan makan. Jangan mengunakan peralatan makan sebagai penunjuk arah. Bila memang ingin menunjukkan sesuatu, letakkan peralatan makan terlebih dahulu, baru berbicara.

16.  Jika Jamuan di Restoran
a.      Mencari tempat duduk
Pria membukakan pintu untuk menyilahkan wanita masuk dulu. Wanita jalan dulu mengikuti pelayan dan pria di belakangnya. Untuk tempat duduk wanita hendaknya dicarikan tempat duduk yang dapat memberikan pandangan yang baik.


b.     Memesan makanan
Cara memesannya ialah kepada semua tamu ditawari (oleh pria yang mengajak) jenis-jenis makanan yang dikehendaki, diulangi pesanan itu oleh pria tadi dan baru pesanan itu diteruskan kepada pelayan.
c.      Memanggil pelayan
Pria memanggil pelayan hanya dengan isyarat saja (misalnya mengangkat jari telunjuk). 
d.     Pembayaran
Saat pembayaran bergantung kepada wanita kapan waktunya akan meninggalkan tempat itu. Pria yang mengajak kemudian memanggil pelayan dengan hati-hati. Bila rekening disodorkan oleh pelayan, pria yang mengajak tidak akan memperlihatkan kepada orang lain. Kecuali waniat yang membayar rekening jika ia mengusulkan, sebelumnya dibicarakan terlebih dahulu agar tidak menyinggung perasaan pria.

17.  Tata-Tertib Waktu Makan (Di Rumah Makan, Di Rumah Atau Atas Undangan Di Rumah Mereka)
a.     Cara duduk
Waktu akan duduk geserlah kursi perlahan-lahan sambil memperhatikan supaya jarak jangan terlalu jauh/terlalu dekat pada meja. Jika seorang laki-laki ada di samping perempuan hendaknya membantu menggeserkan kursi sedikit ke belakang agar wanita mudah mengambil tempat.
b.     Keadaan serbet
Sebelum memulai makan, mengambil serbet dan membuka lipatan serbet serta menaruhnya di atas pangkuan. Jangan sekali-kali mengikat serbet pada ikat pinggang dan mencari serbet setelah makan karena ini salah tidak sesuai norma yang ada. Gunakan serbet untuk mengusap bibir dan jari-jari. Jangan sampai ada sisa makanan di mulut dan jika perlu usaplah bibir saat mengunyah makanan. Setelah selesai letakkan serbet di atas piring kosong dan tak perlu dilipat rapi.
c.      Alat makan mana yang pertama digunakan
Merupakan suatu ketentuan dalam mengatur  alat-alat makan bahwa alat-alat itu diletakkan sedemikian rupa, hingga dapat dimulai dengan alat yang terjauh dari piring, selanjutnya menurut urutan dan hidangan yang terakhir dipergunakan alat yang terakhir yang ada di dekat piring.


d.     Giliran makan yang dihidangkan
Tiap makanan dihidangkan dari sebelah kiri kita. Kita memulai makan jika semua orang telah mendapatkan hidangan sehingga kita akan memulai makan dalam waktu yang bersamaan. Kecuali jika tuan rumah mempersilahkan tamu-tamunya untuk makan terlebih dahulu.
e.     Bagaimana menggunakan setiap alat makanan
Penggunaan alat makanan disesuaikan dengan makanan yang kita makan. Misalnya kita memakan nasi, maka kita akan menggunakan sendok di tangan kanan dan menggunakan garpu di tangan kiri. Jika makanan yang disajikan daging dan kita ingin menggunakan pisau, maka letakkan dahulu sendok di pinggir piring baru mengambil pisau.Ingatlah bahwa penggunaan alat-alat tersebut jangan sampai menimbulkan suara.
f.      Setelah selesai makan makanan utama disusul oleh hidangan sebagai penutup (desert)
Setelah selesai makan utama biasanya dihidangkan makanan penutup seperti puding atau es krim dan buah-buahan. Jika disajikan pudding atau buah-buahan, pakailah pisau sebaik-baiknya dan jangan sampai kulit buah berserakan diatas meja. Jika disajikan eskrim, jangan biarkan sendok es krim dalam gelas, supaya tidak jatuh saat diangkat.
g.     Kapan boleh merokok
Apabila sesudah makan ingin merokok, hendaknya meminta permisi dulu kepada tamu lain atau apabila makan di rumah keluarga mintalah permisi dulu kepada tuan rumah.
h.     Bila ada barang terjatuh dari meja
Bila ada alat makan yang terjatuh seperti sendok, garpu atau pisau janganlah memperlihatkan kegugupan. Mengatakan penyesalan kepada tuan rumah dan meminta maaf. Jika yang terjatuh barang kepunyaan wanita maka seorang pria yang duduk di sebelahnya diminta untuk mengambilnya.
i.       Tempat tulang-tulang kecil
Tulang-tulang kecil atau serat yang tidak dimakan dapat dikeluarkan di atas sendok atau garpu lalu diletakkan di atas piring tulang atau di pinggir piring. Tulang ikan boleh diambil dengan ibu jari dan telunjuk.



j.      Minuman sebagai acara penutup makanan
Biasanya pada akhir jamuan makanan akan disediakan minuman sebagai penutup acara. Ingatlah bahwa saat meminum minuman hendaknya jangan menghirup sampai menimbulkan suara yang keras.
k.     Bagaimana mengahadapi hidangan
Sepantasnya makanan yang dihidangkan dihabiskan karena menunjukkan penghargaan kita terhadap tuan rumah. Jika ada makanan yang tidak kita sukai, boleh sekali-kali kita menolak dengan mengucapkan terima kasih. Tapi jangan terlalu sering untuk menolak terkecuali jika kita berpantang makanan yang dihidangkan.

18.  Tindakan Yang Tak Sopan Pada Saat Perjamuan
1)     Membersihkan hidung dan kuku.
2)     Menguap (tutup mulut anda apabila menguap itu terjadi dengan tidak sengaja)
3)     Memasukkan tangan ke saku
4)     Batuk dan bersin
5)     Meludah di tempat yang tidak semestinya
6)     Menggaruk kepala
7)     Memainkan kuku atau menggigit jari
8)     Memainkan dasi atau kancing baju
9)     Merapikan rambut
10) Mengelus jerawat, jenggot, atau kumis
11) Sering-sering melihat jam
12) Bersenandung, bersiul, dan komat-kamit
13) Mengetukkan kaki di lantai
14) Memegang peralatan makan selagi tidak makan
15) Mengorek gigi sehabis makan
16) Menaruh tas, korek api, atau handphone di atas meja makan
17) Berkomunikasi menggunakan telepon
18) Tertawa terbahak-bahak
19) Berteriak sehingga menimbulkan perhatian banyak orang
20) Berbicara dengan berbisik-bisik
21) Mengerlingkan mata dengan orang lain
22) Menggeliatkan badan
23) Memotong pembicaraan orang lain
24) Mengunyah permen karet
25) Merokok ketika perjamuan makan berlangsung
26) Mendominasi pembicaraan
27) Datang terlambat
28) Mengucapkan bahasa tertentu yang hanya dimengerti sekelompok orang
29) Membaca koran, novel, majalah, dan lain-lain
30) Meletakkan tangan di meja
31) Mengunyah makanan sampai berbunyi keras
32) Menyandarkan kepala di sandaran kursi makan
33) Memperlihatkan rasa ingin tahu jumlah pembayaran ketika ditraktir di restoran

19.  Adapun hal-hal yang sangat baik dilakukan ketika acara perjamuan makan
a.      Ketika berbicara dengan halus dan pembicaraan tersebut melibatkan orang sekeliling anda.
b.     Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan penuh perhatian.
c.      Berdiri pada saat diperkenalkan atau memperkenalkan diri.
d.     Memberi senyum, salam, dan tegur sapa terutama bagi orang sekeliling anda.
e.      Menyesuaikan diri menggunakan waktu untuk menyantap makanan, usahakan dapat selesai bersamaan dalam satu meja.
f.      Datang tepat waktu sesuai undangan.
g.     Berpakaian sesuai acara yang didatangi.
h.     Memberi konfirmasi kehadiran atau ketidakhadiran kepada yang mengundang.
i.       Puji masakan yang dibuat apabila ada juru masak yang menunggu makanan
j.       Mengelap mulut seusai makan dengan menempelkan napkin di mulut dengan perlahan.
k.     Memberi ucapan terima kasih kepada pramusaji yang melayani anda.

20.  Penjamuan Menurut adat-istiadat di Indonesia
Dalam masyarakat Indonesia ada suatu penjamuan yang dapat dikatakan bercorak nasional, karena terdapat diseluruh negeri kita. Penjamuan yang dimaksud ialah ‘selamatan’ (walimah, kenduri, doa salamah, bersyukuran). Selamatan diadakan untuk menyatakan terima kasih dan memohon kekuatan dalam kehidupan selanjutnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

21.  Penjamuan Bagaimana menurut dunia Internasional
Jamuan yang diadakan disesuaikan dengan kemampuan penyelenggara atau tuan rumah. Jamuan dapat dilakukan secara sederhana sampai jamuan yang besar.
Didunia Internasional mengenal 3 istilah:
a.      Coffee” : diselenggarakan pada pagi hari, hidangannya berupa kopi dan kue-kue.
b.     Tea : diadakan pada sore hari, hidangannya berupa teh dan kue.
c.      Coctail : diadakan pada malam hari, hidanganya dengan minuman kerasatau soft drink dan makanan kecil.

22.  Hal – Hal Yang Diperhatikan
a.      Makanan serba lengkap dapat dihidangkan secara set up dinner.
b.     Menyiapkan meja dimana tamu duduk disekitar meja itu
c.      Cara prasmanan. Tamu-tamu mengambil sendiri makanannya dari sebuah meja yang sudah disiapkan. Hal ini untuk memudahkan tamu meraih lauk-pauk.
d.     Menutup meja sebagaimana mestinya. Diatas meja jangan meletakkan terlalu penuh makanan atau minuman, kalau meja terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah orang yang diundang lebih baik kita adakan acara prasmanan.
e.      Jumlah alat-alat makanan tergantung pada urutan makanan dan macam makanannya. Cara peletakannyapun harus disesuaikan dengan makanan yang dihidangkan pada tamu.
f.      Menyediakan tempat pada tamu kita untuk pesta kebun, coffee party atau coctail party.
g.     Pada jamuan teh (pesta kebun, coffee party, atau coctail party) tuan rumah dan nyonya tidak duduk berdekatan tetapi diantara tamu biasanya masing-masing dekat tamu yang belum begitu saling mengenal. Pada jamuan makan orang barat tempat yang disediakan nyonya rumah berbeda dengan jamuan secara timur.  Umumnya di Indonesia, jika dipisahkan tempat wanita dan pria maka diberikan tempat duduk kepada wanita bersama dengan nyonya rumah dan tamu laki-laki bersama tuan rumah. Jadi jika tamu wanita pada sisi kanan meja makan maka tamu pria pada sisi lainnya. Jika jamuan secara barat, tamu wanita yang kita hormati duduk disebelah kanan tuan rumah, sedangkan dua orang tamu wanita yang dihormati ditempatkan disebelah kanan dan kiri tuan rumah. Begitupula jika dua tamu pria yang dihormati, kita persilahkan duduk sebelah kanan dan kiri tuan rumah.

23.  Pendidikan yang baik bagi anak-anak
Perlulah sejak dini kita mengajarkan kepada anak tentang hubungan antara diri mereka dengan orang lain. Menanamkan perasaan serta pengertian kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan jamuan untuk anak-anak.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar