ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY.”N”GIIP000I0 USIA KEHAMILAN 28-29
MINGGU
DENGAN SERING BERKEMIH
DI BPS Ny.ARLIK FAJRIYAH, Amd.Keb
Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas
Pengalaman Praktek Klinik Kebidanan
Tanggal praktel 05 s/d 18 januari 2015
Disusun Oleh:
LUTFI KHOLIFATUL JANNAH
P27824213036
Tingkat II reguler A
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
KAMPUS MAGETAN
MAGETAN
2015
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan individu Asuhan Kebidanan
pada ibu hamil yang disusun oleh mahasiswa semester III (tiga) Prodi D III
Kebidanan Jurusan Kebidanan Kampus Magetan tahun akademik 2014/2015 ini sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Tempat Praktik : BPM
Ny. ARLIK FAJRIYAH, Amd.Keb
Milangasri, Waru,
Magetan
Tanggal Praktik : 5
Januari s/d 18 januari 2015
Pembimbing Pendidikan Pembimbing Ruangan
AYESHA HENDRIANA, M.Keb ARLIK, Amd.Keb..
NIP. NIP.
KATA
PENGANTAR
|
|
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyusun Laporan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil Ny.”N” GIIP00010 dengan sering buang air
kencing.
Laporan ini saya
buat dalam rangka memenuhi tugas pengalaman belajar praktek di Prodi Kebidanan
Magetan.
Dalam
dan penyusunan Laporan ini Penulis banyak mendapat bantuan bimbingan dan saran
dari berbagai pihak, maka dari penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada.
1.
Ibu Sulikah, SST,M.Kes,Selaku kepala prodi kebidanan Magetan.
2. Ibu Arlik fajriyah,Amd.Keb, selaku Pembimbing Praktek.
3.
Ibu
Ayesha
Hendriana, M.Keb, selaku
Pembimbing Pendidikan Prodi Kebidanan Magetan.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan dan
penyusunan laporan ini.
Penyusun
menyadari laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun memohon
kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Semoga
laporan ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Magetan, Januari 2015
Penulis
BAB
I
LANDASAN
TEORI
1.
Teori Kehamilan
A.
PENGERTIAN
1.
Menurut Winkjosastro (2006:
55) kehamilan terjadi jika spermatozoa, ovum, pembuatan ovum
(konsepsi dan nidasi hasil konsepsi ).
2.
Menurut Manuaba (2012: 75) proses kehamilan merupakan
mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi,migrasi spermatozoa
dan ovum,konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada
uterus,pembentukan plasenta,tumbuh kembang hasil konsepsi aterm.
3.
Menurut Sastrawinata (1983: 3) kehamilan/graviditas dimulai
dari konsepi (pembuahan) dan berakhir dengan permulaan persalinan.
B.
TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
Menurut Manuaba (2012: 107-109) tanda
dan gejala kehamilan dibagi dalam 3 kategori, antara lain:
1.
Tanda dugaan kehamilan
a.
Amenorea (terlambat datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyababkan tidak terjadi pembentukan folikel de
graaf dan ovulasi. Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir. Dengan
perhitungan rumus Neagle, dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b.
Mual muntah (emesis)
Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung
yang berlebihan. Mual dan muntah terutama di pagi hari di sebut morning
sickness.
c.
Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu.
d.
Sinkope natau pingsan.
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan
ischemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah usia kehamilan 16 minggu.
e.
Payudara tegang
Pengaruh esterogen progesteron dan somatomamotrofin menimbulkan deposit
lemak,air, dan garam pada payudara. Payudara membesar dan tegang. Ujung saraf
tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.
f.
Sering miksi
Desakan rahim ke depan menyebakan kandung kemih cepat terasa penuh dan
sering miksi.
Pada triwulan kedua, gejala ini sudah menghilang.
g.
Konstipasi atau obstipasi
Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus, menyebabkan kesulitan buang
air besar.
h.
Pigmentasi kulit
Keluarnya melanopore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan
pigmentasi kulit di sekitar pipi (kloasma gravidarum), pada dinding perut (striae
lividae, striae nigra, linea alba makin hitam), dan sekitar payudara
(hiperpigmentasi areola mamae, puting susu makin menonjol, kelenjar montgomery
meonjol, pembuluh darah manives (sekitar payudara).
i.
Epulis
Hipertrofi gusi yang di sebut epulis dapat terjadi bila hamil.
j.
Varices atau penampakan pembuluh darah vena
Karena pengaruh dari esterogen dan progesteron terjadi penampakan
pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah
itu terjadi di sekitar genetalia eksterna, kaki dan betis, dan payudara.
2. Tanda tidak pasti kehamilan
a. Rahim membesar, sesuai dengan tuanya kehamilan.
b. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai tanda Hegar, tanda Chadwicks, tanda
Piscaseck, konstraksi Braxton Hicks, dan teraba ballottement.
c. Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif. Tetapi sebagian kemungkinan
positif palsu.
d. Kontraksi-kontraksi kecil
uterus bila dirangsang : blaxton – hicks.
e. Reaksi kehamilan positiv.
3.
Tanda pasti kehamilan
Tanda
pasti kehamilan dapat ditentukan melalui:
a.
Gerakan janin dalam rahim.
b.
Terlihat/ teraba gerakan janin dan
teraba bagian-bagian janin
c.
Denyut jantung janin. Didengar dengan
stetoskop Laenec, alat kardiotokografi, alat Doppler. Dilihat dengan
ultrasonografi. Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen untuk melihat
kerangka janin, ultrasonografi.
Menurut Winkjosastro (2011: 214-220) penentuan dan dugaan kehamilan
dapat dilihat dari ketiga tanda dibawah ini:
1.
Tanda- tanda presumtif
a.
Amenore atau tidak datangnya haid
dianggap sebagai tanda kehamilan, namun bukan sebagai tanda pasti kehamilan.
Amenorea juga terjadi pada beberapa penyakit kronik, tumor hipofise, perubahan
faktor-faktor lingkungan, malnutrisi, gangguan emosional (pseudocyesis atau
hamil semu).
b.
Perubahan payudara (tegang dan
membesar), pigmentasi kulit, dan pembesaran uterus. Payudara juga akan membesar
dan tegang pada kasus-kasus seperti pengguna kontrasepsi hormonal, penderita
tumor ovarium, pengguna rutin obat penenang, dan hamil semu (pseudocyesis).
c.
Rasa mual dan muntah yang berlebihan
atau hiperemesis. Berbagai penyebab metabolik lain juga akan menimbulkan gejala
yang serupa.
d.
Lelah atau fatigue.
2.
Tanda-tanda tidak pasti
a.
Tanda Chadwick adalah perubahan warna
menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva, vagian, dan servicks.
b.
Tanda goodell adalah perubahan
konsistensi (yang dianalogikan dengan konsistensi bibir) serviks dibandingkan
dengan konsistensi kenyal (dianalogikan dengan ujung hidung) pada saat tidak
hamil.
c.
Tanda Hegar adalah pelunakan dan
kompresibilitas ismus serviks sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan
apabila ismus ditekan dari arah yang berlawanan.
d.
Pembesaran dinding abdomen.
3.
Tanda-tanda pasti kehamilan
a.
Kontraksi Braxton Hicks
b.
Pembesaran uterus yang disertai
penipisan dindingnya juga memudahkan pemeriksa untuk mengenali kehamilan secara
lebih dini.
c.
Jantung janin mulai berdenyut sejak
awal minggu keempat setelah fertilisasi,
tetapi baru pada usia kehamilan 20 minggu bunyi jantung janin dapat dideteksi
fetoskop. Dengan menggunakan system Doppler, bunyi jantung janin dapat dikenali
lebih awal (12-20 minggu usia kehamilan).
d.
Gerakan janin juga bermula pada usia
kehamilan mencapai 12 minggu, tetapi baru dirasakan oleh ibu pada usia
kehamilan 16-20 minggu karena di usia kehamilan tersebut, dinding uterus mulai
menipis dan gerakan janin menjadi lebih kuat.
e.
Fenomena bandul atau pantulan balik
yang disebut dengan ballottement.
C.
PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA
KEHAMILAN
Menurut Manuaba (2012: 85-94) selama kehamilan seluruh system genetalia
wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan
dan pertumbuhan janin dalam rahim. Perubahan-perubahan yang terjadi antara
lain:
1. Uterus
Uterus yang semula besarnya 30 gram
akan mengalami hipertrofi dan hiperplasi, sehingga beratnya menjadi 1000 gram
saata akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertrofi menjadi
lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan
janin.
Gambaran pembesaran uterus pada usia
kehamilan:
|
Usia kehamilan (minggu)
|
Perubahan Uterus
|
|
16
|
Setengah dari jarak simpisis dan
pusat.
|
|
20
|
Dua jari di bawah pusat.
|
|
24
|
Tepat di tepi atas pusat.
|
|
28
|
Tinggi fundus uteri sekitar 3 jari
di atas pusat atau sepertiga jarak antara pusat dengan prosesus xifoideus.
|
|
32
|
Tinggi fundus uteri setengah jarak
antara prosesus xifoideus dan pusat.
|
|
36
|
Tinggi fundus uteri sekitar satu
jari di bawah prosesus xifoideus, dan kepala bayi belum masuk pintu atas
panggul.
|
|
40
|
Fundus uteri turun setinggi tiga
jari di bawah prosesus xifoideus.
|
2. Vagina
dan vulva
Vagina dan vulva mengalami
peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin
berwarna merah dan kebiru-biruan (Tanda Chadwicks). Artinya daya regang
bertambah sebagai persiapan persalinan, getah dalam vagina biasanya bertambah
dalam kehamilan, reaksi asam PH 3,5-6,0. Reaksi asam ini disebabkan oleh
terbentuknya acidium lactium sebagai hasil penghancuran glikogen yang berada
dalam sel vagina oleh bacil-bacil doderbin. Vagina dan vulva akibat hormon
ekstrogen mengalami perubahan pula, adanya hipervaskularisasi mengakibatkan
vagina dan vulva agak merah kebiru-biruan (Winkjosastro, 2007: 95).
3. Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung
telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai
terbentuknya plasenta yang sempurna pada usia 16 minggu.
4. Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan
perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan
payudara tidak dapat lepas dari pengaruh hormone saat kehamilan, yaiitu
estrogen, progesterone, dan somatomatrofin.
Fungsi hormone mempersiapkan payudara
untuk pemberian ASI dijelaskan sebagai berikut:
a. Estrogen, berfungsi untuk:
1) Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara
2) Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga sehingga
payudara tampak makin besar.
3) Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air, dan garam menyebabkan
rasa sakit pada payudara.
b. Progeteron, berfungsi untuk:
1) Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
2) Meningkatkan jumlah sel asinus.
c. Somatomatrofin, berfungsi untuk:
1) Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan
laktoglobulin.
2) Penimbunan lemak di sekitar alveolus payudara.
3) Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan.
Penampilan payudara pada ibu hamil:
a.
Payudara menjadi lebih besar.
b.
Areola payudara makin hiperpigmentasi
– hitam.
c.
Glandula Montgomery makin tampak.
d.
Putting susu makin menonjol.
e.
Pengeluaran ASI belum berlangsung
karena prolaktin belum berfungsi, karena hambatan dari PIH (prolactine
inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI.
f.
Setelah persalinan, hambatan
prolaktin tidak ada sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung.
5. Sirkulasi darah ibu
Peredaran darah ibu dipengaruhi
beberapa faktor, antara lain:
a. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan
perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.
b. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro plasenter.
c. Pengaruh hormone estrogen dan progesterone makin meningkat.
Beberapa perubahan pada peredaran darah:
a.
Volume darah
Terjadi pengenceran darah
(hemodelusi), dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu. Volume darah
bertambah sebesar 25 sampai 30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%.
Curah jantung akan bertambah sekitar 30%. Hemodelusi darah mulai tampak sekitar
usia kehamilan 16 minggu, sehingga penderita penyakit jantung harus
berhati-hati untuk hamil beberapa kali.
b.
Sel darah
Sel darah merah makin mmeningkat
jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim. Jumlah sel darah putih meningkat
hingga mencapai 10.000/ ml.
6. Sistem respirasi
Wanita hamil biasanya sering mengeluh sesak nafas, terutama pada
kehamilan 32 minggu keatas karena usus tertekan oleh uterus yang membesar ke
arah diafragma, juga karena kebutuhan O2 yang meningkat 20% sehingga
menyebabkan pernafasan lebih dalam(Winkjosastro, 2007: 96).
7. Sistem pencernaan
Pengeluaran asam lambung meningkat
karena pengaruh estrogen, yang dapat menyebabkan:
a. Pengeluaran air liur berlebihan (hipersalivasi).
b. Daerah lambung terasa panas.
c. Terjadi mual dan sakit/ pusing kepala terutama pagi hari (morning
sickness).
d. Muntah, yang terjadi disebut emesis gravidarum.
e. Muntah berlebihan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari (hiperemesis
gravidarum)
f. Progesterone menimbulkan gerak usus makin berkurang dan dapat
menyebabkan obstipasi.
8. Traktus urinarius
Karena pengaruh desakan hamil muda
dan turunnya kepala bayi pada hamil tua, terjadi gangguan miksi dalam bentuk
sering berkemih. Desakan tersebut menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh.
Hemodelusi menyebabkan metabolism air makin lancar sehingga pembentukan urine
akan bertambah. Filtrasi pada glomerulus bertambah sekitar 69% sampai 70%.
9. Perubahan pada kulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit
pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone dan
pengaruh kelenjar suprinalis. Hiperpigmentasi terjadi pada striae gravidarum
livide atau alba, areola mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (cloasma
gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi akan menghilang.
10. Metabolisme
Metabolisme mengalami perubahan yang
mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan memberikan ASI. Perubahan metabolisme pada kehamilan antara lain:
a. Metabolism basal naik sebesar 15 sampai 20% dari semula, terutama pada
trimester ketiga.
b. Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq/ liter menjadi
145 mEq/ liter disebabkan karena hemodelusi darah dan kebutuhan mineral yang
diperlukan oleh janin.
c. Kebutuhan protein semakin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan
janin, perkembangan organ kehamilan, dan persiapan laktasi. Diperlukan protein
sekitar 0,5 gr/ kg berat badan atau sebutir telur ayam sehari.
d. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak, dan protein.
e. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil:
1) Kalsium, 1,5 gram setiap hari, 30 sampai 40 gram untuk pembentukan
tulang janin.
2) Fosfat, rata-rata 2 gram dalam sehari.
3) Zat besi, 800 mg atau 30 sampai 50 mg sehari.
4) Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi
air.
f. Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5 kg selama
hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar 0,5 kg/ minggu.
D.
PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA
WANITA HAMIL
Tujuan Prenatal Care pada
umumnya memfasilitasi dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, yaitu untuk
menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Lebih penting lagi yaitu untuk
memajukan perkembangan bagi kesejahteraan keluarga dan interaksi yang positif
antara orangtuan dan anak. Tujuan dari dari prenatal care tersebut untuk
mengetahui perubahan-perubahan psikologis yang nantinya akan mempengaruhi kehamilan.
Menurut Tatik Kusyanti,
2012, perubahan psikologis yang terjadi pada trimester
III yaitu :
1. Ibu
tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
2. Ibu
khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi bayi yang tidak
normal.
3. Rasa
tidak nyaman kembali terjadi, merasa dirinya aneh dan jelek.
4. Persiapan
aktif untuk kelahiran bayinya.
5. Menduga
jenis kelamin dan mempersiapkan nama.
6. Kadang
ibu khawatir akan melahirkan secara mendadak, sehingga ibu merasa takut kalau
bayi yang akan dilahirkannya tidak normal.
7. Ibu
juga mulai takut akan rasa sakit dan bahaya fisik akan timbul pada waktu
persalinan.
Berikut
gambaran yang terjadi pada trimester III:
1.
Mengalami ketidaknyamanan fisik yang mengurangi waktu
tidurnya karena ukuran dan aktivitas bayi dalam uterus.
2.
Mempersiapkan persalinannya.
3.
Menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perawatan
bayi dan memilih nama yang sesuai.
4.
Membayangkan apabila ibu kehilangan bayinya atau terjadi
malformasi pada bayi.
Setiap
ibu yang mengalami kehamilan pasti ada perubahan perilaku pada si
ibu,
ini semua dipengaruhi oleh perubahan hormonal.
Perubahan
perilaku tersebut antara lain:
a. Cenderung
malas.
b. Lebih
sensitif.
c. Minta
perhatian lebih.
d.
Gampang cemburu.
Di
bawah ini adalah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan
munculnya
dampak psikis yang negatif:
a.
Menyimak informasi seputar kehamilan
b.
Kontrol teratur
c.
Perhatian suami
d.
Jalin komunikasi
e.
Beraktifitas
f.
Perhatikan kesehatan
g.
Relaksasi
E.
KEBUTUHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
1.
Oksigen
Paru-paru akan bekerja lebih berat
untuk keperluan ibu dan janin. Pada hamil tua sebelum kepala masuk panggul,
paru-paru terdesak ke atas sehingga menyebabkan sesak nafas. Untuk mengurangi
hal tersebut, maka ibu hamil dapat melakukan:
a. Latihan nafas dengan senam hamil
b. Tidur dengan bantal yang tinggi
c. Makan tidak terlalu banyak
d. Hentikan merokok
e. Konsultasi ke dokter bila ada gangguan nafas seperti asma
Posisi miring ke kiri dianjurkan
untuk perfusi uterus dan oksigenasi fetoplasenta dengan mengurangi tekanan vena
asenden (kipotensi supine). (Marmi ,2011: 117-145)
2.
Nutrisi
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkan
15% di bandingkan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini
di butuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan di konsumsi ibu
hamil 40% digunakan untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60%) di gunakan untuk
pertumbuhan ibunya. Secara normal meningkatan berat badan ibu hamil 11-13 kg.
Pada trimester III (sampai usia 40
minggu) nafsu makan sangat baik, namun jangan sampai kelebihan, kurangi karbohidrat,
tingkatkan protein, sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap
dikonsumsi. Kurangi makanan yang terlalu manis dan terlalu asin.
Asupan makanan yang dikonsumsi ibu hamil berguna untuk :
a.
Pertumbuhan dan perkembangan janin
b.
Mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c.
Sumber tenaga
d. Mengatur suhu tubuh dan
cadangan makanan.
Kebutuhan makanan sehari-hari untuk ibu
hamil:
|
Jenis
Kalori
Protein (gr)
Kalsium (gr)
Ferum (mg)
Vit A (SI)
Vit B (mg)
Vit C (mg)
Reboflafin (mg)
As nicotin (mg)
Vit D (SI)
|
Tidak hamil
2500
60
0,8
12
5000
1,5
70
2,2
15
+
|
Hamil
2500
85
1,5
15
6000
1,8
100
2,5
1,8
400-800
|
Laktasi
3000
100
2
15
8000
2,3
150
3
23
400-800
|
3.
Personal Hygiene
Kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri. Kebersihan badan
mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung
kuman. (Marmi ,2011: 117-145)
4.
Eliminasi
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar,
untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga
kebersihan sekitar kelamin. Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus
halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit). (Marmi ,2011: 117-145)
5.
Aktifitas
Seorang wanita hamil yang harus berhenti bekerja diluar rumah sangat
tergantung terhadap jenis pekerjaannya, apakah lingkungan pekerjaannya tersebut
dapat mengancam kehamilan atau tidak. (Marmi
,2011: 117-145)
6. Istirahat/ tidur
Wanita hamil harus mengurangi semua
kegiatan yang melelahkan, menghindari posisi duduk dan berdiri dalam waktu yang
lama. Tidur malam ± 8jam istirahat tidur siang kurang lebih ± 1 jam. (Marmi
,2011: 117-145)
7.
Kebutuhan seksual
Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila terdapat
keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, perdarahan
dan mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan
hubungan seksual perlu dihindari karena dapat membahayakan. (Marmi ,2011: 117-145)
8.
Imunisasi
Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk
mencegah kemungkinan tetanus neonaturum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak
2x dengan jarak waktu minimal 1 bulan dan ibu hamil harus sudah diimunisasi
lengkap pada usia kehamilan 8 bulan. (Marmi ,2011:
117-145)
9. Support keluarga
Dukungan selama masa kehamilan sangat
dibutuhkan bagi wanita hamil, terutama dari orang terdekat apalagi ibu yang
baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan
adanya dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat. (Marmi
,2011: 117-145)
10.
Olahraga
Lakukan
gerakan tubuh ringan misalnya dengan melakukan senam hamil,berjalan kaki
terutama pada pagi hari. Jangan melakukan pekerjaan rumah tanga yang berat dan
hindarkan kerja fisik yang dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan
(Saifuddin, 2009: 287).
11.Pemeliharaan payudara
Payudara dipersiapkan untuk memberikan laktasi terutama bagi ibu hamil pertama atau primi harus diperhatikan karena biasanya puting susu masih tenggelam, sehingga dapat mengalami kesulitan saat laktasi. Oleh karena itu untuk mempersiapkan payudara saat laktasi harus dilakukan perawatan 2 kali sehari selama kehamilan.
Payudara dipersiapkan untuk memberikan laktasi terutama bagi ibu hamil pertama atau primi harus diperhatikan karena biasanya puting susu masih tenggelam, sehingga dapat mengalami kesulitan saat laktasi. Oleh karena itu untuk mempersiapkan payudara saat laktasi harus dilakukan perawatan 2 kali sehari selama kehamilan.
12Perawatan gigi
Saat hamil sering terjadi caries yang berkaitan dengan emesis, hyperemesis gravidarum, hypersalivasi dapat menimbulkan timbunan kalsium di sekitar gigi. Memeriksakan gigi saat hamil diperlukan untuk mencari kerusakan gigi yang dapat menjadi penyebab infeksi.
Saat hamil sering terjadi caries yang berkaitan dengan emesis, hyperemesis gravidarum, hypersalivasi dapat menimbulkan timbunan kalsium di sekitar gigi. Memeriksakan gigi saat hamil diperlukan untuk mencari kerusakan gigi yang dapat menjadi penyebab infeksi.
13.Persiapan persalinan dan laktasi
Untuk dapat mencapai keadaan optimal menjelang persalinan perlu dilakukan langkah yaitu dengan senam hamil dan peralatan sebagai persiapan laktasi.
Untuk dapat mencapai keadaan optimal menjelang persalinan perlu dilakukan langkah yaitu dengan senam hamil dan peralatan sebagai persiapan laktasi.
2.
ASUHAN
KEBIDANAN PADA KEHAMILAN
A.
PENGKAJIAN DATA
Pengkajian data pada ibu hamil trimester III meliputi data subyektif dan
data obyektif.
1. Data Subyektif
a. Biodata
1) Nama
Sebagai identitas pasien untuk membedakan dengan pasien
yang lain. Nama juga digunakan untuk mengenal pasien dan untuk menjalin
hubungan saling percaya antara petugas dan pasien (Manuaba, 2010:238)
2) Agama
Informasi tentang pilihan agama klien dan berbagai praktik terkait agama
yang harus diobservasi dapat menuntun ke suatu diskusi tentang pentingnya agama
dalam kehidupan klien, tradisi keagamaan dalam kehamilan dan kelahiran,
perasaan tentang jenis kelamin tenaga kesehatan dan beberapa kasus, penggunaan
produk darah (Marmi, 2011: 155).
3) Lama / berapa kali kawin.
Ditanyakan pada ibu berapa lama kali
kawin untuk membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin dalam ibu. (Prawirohadrjo,2010 : 279 ).
4)
Alamat
Untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya bersamaan. Ditanyakan alamatnya agar dapat dipastikan ibu yang mana hendak ditolong itu. Alamat juga diperlukan bila mengadakan kunjungan kepada penderita (Romauli, 2011: 163).
Untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya bersamaan. Ditanyakan alamatnya agar dapat dipastikan ibu yang mana hendak ditolong itu. Alamat juga diperlukan bila mengadakan kunjungan kepada penderita (Romauli, 2011: 163).
Menurut Manuaba (2010: 117, 235, 242) pengkajian data subyektif adalah
meliputi :
1) Pendidikan
Diperhitungkan,
faktor pendidikan dan ekonomi dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim.
2) Pekerjaan
Pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan
rutin dapat dilaksanakan. Bekerjalah sesuai dengan kemampuan, dan makin
dikurangi dengan semakin tua kehamilan. Wanita karier yang hamil mendapat cuti
hamil selama tiga bulan, yang dapat diambil sebulan menjelang kelahiran dan dua
bulan setelah persalinan
3) Penghasilan
Penghasilan yang terbatas sehingga
kelangsungan kehamilan dapat menimbulkan berbagai masalah kebidanan.
4) Umur Kawin
Penyakit pada kehamilan remaja lebih
tinggi dibandingkan “kurun waktu reproduksi sehat” antara umur 20 sampai 30
tahun. Keadaan ini dikarenakan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil,
sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan
janin.
Menurut Wiknjosastro (2006: 23) usia dalam
pengkajian data adalah dalam kurun reproduksi sehat dikenal usia aman untuk
kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita
hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi
daripada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Kematian
maternal meningkat kembali setelah usia 30-35 tahun
b. Keluhan utama
Pada ibu hamil trimester III
keluhan-keluhan yang sering dijumpai menurut Varney (2006: 503-543) yaitu :
1) Edema Dependen
Edema dependen pada kaki timbul
akibat ganggua sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada ekstrimitas
bagian bawah. Gangguan sirkulasi ini disebbkan oleh tekanan uterus yang membesar
pada vena-vena panggul saat wanita tersebut duduk atau berdiri dan pada vena
kava inferior saat telentang.
2) Konstipasi
Masalah konstipasi timbul pada
trimester II dan III. Konstipasi diduga terjadi akibat penurunan peristatik
yang disebabkan realksasi otot polos pada usus besar ketika terjadi peningkatan
jumlah progesterone. Pergeseran dan tekanan yang terjadi pada usus akibat
pembesaran uterus atau bagian presentasi juga dapat motilitas pada susunan
gastro inkestinal sehingga kontipasi.
3) Sesak nafas
Sesak nafas merupakan ketidaknyamanan
terbesar yang dialami trimester III. Pada periode ini, uterus telah mengalami
pembesaran hingga terjadi penekanan diafragma. Selain itu diafragma akan
mengalami elevasi kurang lebih 4 cm selama kehamilan.
4) Kram tungkai
Salah satu dugaan lainnya adalah
bahwa uterus yang membesar memberi tekanan baik pada pembuluh darah panggul,
sehingga mengganggu sirkulasi atau pada saraf, sementara saraf ini melewati
foramen obturator dalam perjalanan menuju ekstrimitas bagian bawah.
5) Perut Kembung
Perut kembung terjadi karena
peningkatan progesterone dalam tubuh dan penurunan peristaltic usus.
Menurut Cunningham (1995: 312-313)
keluhan yang sering dialami ibu pada kehamilan Trimester III antara lain:
1) Hemoroid
Menurut Cunningham (1995: 313), timbulnya dan bertambah beratnya hemoroid selama kehamilan
niscayaberkaitan dengan meninggihnya tekanan dalam vena-vena hemoroidea yang
disebabkan oleh obstruksi alirna balik vena oleh uterus hamil yang besr dan
dengan kecendrungan mengalami konstipasi pada kehamilan.
2) Varices
Menurut Cunningham (1995 : 312),
varices yang umumnya disebabkan oleh predisposisi congenital, diperberat oleh
berdiri lama, kehamilan dan umur lanjut. Biasanya varices menjadi lebih
menonjol kalau kehamilannya bertambah tua, kalau berat badan bertambah dan
kalau berdiri lama.
3) Sakit kepala
Menurut Cunningham (1995 : 312), arti
patologis sakit kepala sebagai akibat hipertensi yang diinduksi kehamilan yang
timbul pada akhir kehamilan.
Menurut Sarwono (2009: 186-187) keluhan-keluhan yang dialami ibu
hamil Trimester III, antara lain:
1) Nyeri punggung
Sendi sakroiliaka, sakrokoksigis dan
pubis akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal.
Mobilitas tersebut dapat mengakibatkan perasan tidak enak pada bagian bawah
punggung terutama pada akhir kehamilan.
2) Nyeri ligamentum rotundum
Nyeri ini disebabkan karena
hipertrofi dan pereganganligamen sekam kehamilan dan terjadi tekanan dari
uterus pada ligamentum.
3) Kembung
Kembung disebabkan oleh penekanan
uterus yang membesar terhadap usus besar.
c. Riwayat kesehatan
1) Penyakit yang pernah dialami (yang lalu), menurut Ibrahim (1993: 86),
antara lain:
a) Ditanyakan untuk mengetahui apakah hubungan dengan masalah yang dihadapi
oleh pasien/klien.
b) Untuk mendapatkan gambaran yang
jelas tentang penyakit yang diderita di masa lalu.
c) Mengapa ini ditanyakan karena penyakit yang telah dialami itu bisa
timbul karena keadaan ibu untuk pengawasan yang lebih ketat dari dokter.
d) Penderita yang telah menjalani operasi sebaiknya pada kehamilan dan
persalinan nanti mendapatkan pengawasan yang lebih cepat dari dokter.
Riwayat penyakit yang dapat
berpengaruh pada penyakitnya, kehamilannya, janin dalam rahim, serta orang
disekitarnya antara lain:
a) Ibu hamil dengan riwayat jantung, DM, hipertensi, ginjal, hati, infeksi,
dimana kondisi ibu hamil akan memperberat penyakitnya. (Warsanto, 1994: 20)
b) Pengaruh TBC aktif menimbulkan masalah bagi ibu, bayi, dan orang
sekitarnya (Mochtar, 1998: 154)
c) Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam rahim
sehingga terjadi hambatan intelegensia, fisik, abortus, BBLR, kematian prenatal
meningkat, status gizi ibu hamil banyak terganggu pada ibuberbadan terlalu
rendah/ kurus sejak semula. (Cuningham, 1995:302
2) Penyakit yang sedang dialami (sekarang)
Menurut manuaba (2010: 302-346),
penyakit yang menyertai dan yang mempengaruhi kehamilan sehubungan dengan
keadaan ibu yang lemah pada waktu kehamilan dan setelah melahirkan. Penyakit tersebut antara
lain :
a) Penyakit jantung
Penyakit jantung yang disertai
kehamilan, pertambahan denyut jantung dapat menguras cadangan kekuatan jantung
sehingga terjadi keadaan payah jantung.
Puncak keadaan payah jantung pada
waktu :
a) Puncak hemodilusi darah pada usia kehamilan minggu ke 28 sampai 32.
b) Pada saat inpartu.
c) Saat plasenta lahir, darah kembali ke peredaran umum dalam jumlah besar
untuk membentuk ASI.
d) Saat laktasi, karena kekuatan jantung diperlukan untuk membentuk ASI.
e) Terjadi perdarahan post partum, sehingga kekuatan ekstra jantung dapat
melakukan kompensasi
f)
Mudah terjadi infeksi post partum
yang memerlukan kerja tambahan jantung.
Penyakit jantung dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam bentuk terjadi keguguran, persalinan
prematuritas atau berat lahir rendah, kematian perinatal yang semakin
meningkat, dan pertumbuhan dan perkembangan bayi mengalami hambatan IQ dan
fisik.
Bila bidan mencurigai terjadi
penyakit jantung pada kehamilan sebaiknya melakukan rujukan atau konsultasi
kepada dokter, pertolongan pasien hamil disertai penyakit jantung dengan risti,
sebaiknya dilakukan di RS dengan fasilitas yang mencukupi.
b) Hipertensi esensial
Hipertensi esensal disebabkan factor
herediter atau faktor lingkungan dan emosi yang labil. Ditandai dengan tekanan darah
antara 140/90 mm Hg dan 160/100 mm Hg. Kehamilan dengan hipertensi esensial
dapat berlangsung sampai aterm tanpa gejala menjadi pre eklampsi tidak murni.
Sekitar 20% dapat menjadi preeclampsia tidak murni (superimposed) yang disertai
gejala proteinurea, edema, dan terdapat keluhan nyeri epigastrium, sakit
kepala, penglihatan kabur dan mual serta muntah. Terhadap kemungkinan bahwa
kehamilan yang disertai hipertensi
esensial sewaktu-waktu dapat terjadi pre eklampsia tidak murni.
c) Diabetes Mellitus
Dalam kehamilan sering memberikan
pengaruh yang kurang menguntungkan sebagai berikut :
(1) Pengaruh kehamilan, persalinan dan nifas terhadap penyakit gula.
a) Keadaan pre diabetes lebih jelas menimbulkan gejala pada kehamilan
persalinan dan kala nifas.
b) Penyakit diabetes (gula) makin kuat
c) Saat persalinan karena memerlukan tenaga yang besar, dapat terjadi koma
diabetikum.
(2) Penyakit gula berpengaruh dalam kehamilan
a) Dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin, dalam rahim, terjadi
keguguran, persalinan premature, kematian dalam rahim nadi bayi besar.
b) Dapat menimbulkan eklampsia, pre eklampsia.
c) Dapat terjadi hidramnion
(3) Penyakit gula terhadap persalinan
a) Gangguan kontraksi otot rahim
b) Janin besar dan sering memerlukan tindakan operasi.
c) Gangguan pembuluh darah plasenta yang bisa menimbulkan asfiksia sampai
mati.
d) Perdarahan post partum, karena gangguan kontraksi otot rahim
e) Post partum mudah terjadi infeksi.
f) Bayi mengalami hipoglikemia post partum dan dapat menimbulkan kematian.
(4) Pengaruh penyakit gula terhadap janin
a) Dapat terjadi keguguran, persalinan prematuritas, IUFD (setelah minggu
ke-36) dan lahir mati.
b) Bayi dengan dismaturitas
c) Bayi dengan cacat bawaan
d) Bayi yang potensial mengalami kelainan saraf dan jiwa.
e) Bayi potensial mengidap penyakit gula.
d) Infeksi ginjal dan saluran kemih
Pegaruh infeksi ginjal dan saluran
kemih terhadap kehamilan terutama karena panas badan tinggi dan menyebabkan
terjadinya kontraksi otot rahim sehingga dapat menimbulkan keguguran,
persalinan prematuritas, dan menurunkan daya tahan tubuh sehingga makin meningkat
karena infeksi sepsis yang menyebabkan kematian ibu dan janin.
e) Anemia
a. Pengaruh anemia terhadap kehamilan:
Dapat terjadi abortus, persalinan
premturitas, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah terjadi infeksi,
ancaman dekompensasi kordis (Hb<6 g%), mola hidatidosa, hiperemesis
gravidarum, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD).
b. Pengaruh anemia terhadap janin:
Sekalipun tampaknya janin mampu
menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi
kemampuan metabolism tubuh sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan
janin dalm rahim. Akibat anemia dapat terjadi: abortus, kematian intrauterine,
persalinan prematuritas tinggi, BBLR, kelahiran dengan anemia, dapt terjadi
cacat bawaan, bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal, dan
intelegensia rendah.
f) Gonorrhoe
Penyebab infeksi gonere adalah
Neisseria gonorrhea yang dapat menimbulkan infeksi akut atau menahun. Penyakit
akut dapat menimbulkan gejala klinis infeksi saluran kemih luar, nyeri saat miksi,
infeksi mulut rahim, perlukaan sekitar alat genetalia bagian luar, nyeri saat
miksi, keputihan yang berwarna seperti nanah, encer dengan jumlah yang banyak,
kadang-kadang terjadi infeksi pada kelenjar Bartholini dalam bentuk abses yang
memerlukan pengobatan segera.
Pengaruh infeksi gonore terhadap
kehamilan praktis tidak ada, tetapi terhadap bayi dapt menimbulkan infeksi mata
konjungtivitas gonore neonatorum (blenorea neonates) yang selanjutnya dapat
menyebabkan kebutaan.
g) Infeksi TORCH
Semula infeksi TORCH meliputi
komponen toksoplasmosis, herpes simpleks dan rubella dapat menimbulkan kelainan
congenital dalam bentuk hamper sama yaitu mikrosefali, ketulian dan kebutaan,
kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan premature dan pertumbuhan janin
terlambat.
h) Asma
Penyakit asma dalam kehamilan
kadang-kadang bertambah berat atau malah berkurang. Dalam batas wajar, penyakit
asma banyak pengaruhnya terhadap kehamilan asma yang berat dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin melalui pertukaran O2 dan CO2
di dalam rahim.
i) Kelainan pembekuan darah
Riwayat perdarahan abnormal,
penurunan kecenderungan perdarahan yang tidak lazim dan laporan penyimpangan
temuan laboratorium mengindikasikan suatu perdarahan atau masalah pembekuan.
j) Varices
Kejadian varises pada wanita
disebabkan factor keturunan, factor multipara sampa grandemultipara, terdapat
peningkatan hormone estrogen dan progesterone selam hamil.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Penyakit keturunan yang sering
terjadi pada keluarga tertentu, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan sebelum
kehamilan. Bila terjadi kehamilan, maka perlu dilakukan pemeriksaan kelainan
bawaan. (Manuaba, 2010: 342)
e. Riwayat Kebidanan
Riwayat Kebidanan haid
menurut Diane (2009: 251) :
Riwayat menstruasi di kaji untuk menentukan tanggal taksiran partus (TP).
Hal ini memungkinkan bidan untuk memperkirakan usia kehamilan pada saat itu. TP
di hitung dengan menambahkan 9 bulan dan
7 hari pada tanggal hari pertama haid terakhir yang di alami ibu. Metedo ini
mengasumsikan bahwa :
a) Ibu memiliki menstruasi
dengan jarak yang teratur.
b)
Konsepsi terjadi p14 hari setelah HPHT. Hal ini di angap
benar jika siklus mens yang teratur 28 hari.
c) Periode perdarahanyang
terakhir merupakan menstruasi yang sebenarnya.
Berdasarkan
aturan naegele,durasi kehamilan adalah 280 hari. Namun demikian,akan sangat
berguna untuk mempertimbangkan bahwa jika ibu memiliki siklus 35hari, taksiran
partus harus di tambah 7.
Menurut
Manuaba (2010: 111, 243, 245, 529) riwayat kebidanan adalah sebagai berikut :
1)
Kehamilan yang lalu
Memperhatikan adanya factor resiko
terhadap riwayat kehamilan yang lalu seperti keguguran berulang, kematian
intrauterine, sering mengalami perdarahan saat hamil, terjadi infeksi saat
hamil, anak terkecil berusia lebih dari 5 tahun tanpa KB, riwayat
molahidatidosa atau korio karsinoma.
2) Persalinan yang lalu
Memperhatikan
adanya factor resiko terhadap riwayat persalinan seperti persalinan premature,
persalinan dengan BBLR, persalinan lahir mati, persalinan dengan induksi,
persalinan dengan plasenta manual, persalinan dengan perdarahan postpartum,
persalinan dengan tindakan [ekstraksi forceps, ekstraksi vakum, letak sungsang,
ekstraksi versi, operasi Caesar.
3) Masa nifas yang lalu
Ditanyakan tentang keadaan masa nifas
yang dulu-dulu. Apakah masa nifas yang lalu itu dalam keadaan normal ataukah
ada kelainan, kelainan itu misalnya: ibu pernah panas sesudah melahirkan anak,
lochea berbau, laktasi lancer, putting susu pernah lecet dan mengeluarkan
nanah, pengeluaran air susu cukup, sampai berapa bulan menetekkan anak.
4) Riwayat kehamilan sekarang
a) Dengan memperhatikan batasan dan tujuan pengawasan antenatal, maka
jadwal pemeriksaan adalh sebagai berikut: pemeriksaan pertana dilakukan segera
setelah diketahui terlambat haid. Pemeriksaan ulang: setiap satu bulan sampai
usia kehamilan 6-7 bulan, setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 8 bulan, setiap
1 minggu sejak usia kehamilan 8 bulan sampai terjadi persalinan. Pemeriksaan
khusus bila terdapat keluhan tertentu.
b) Memperhatikan adanya factor resiko pada pemeriksaan kehamilan. Pada
trimester satu: hiperemesis gravidarum berat, perdarahan, infeksi intrauterine,
nyeri abdomen, serviks inkompeten, kista ovarium atau mioma uteri, kehamilan
trimester kedua dan ketiga: preeklamsia-eklamsia, perdarahan, kehamilan kembar,
hidramnion, dismaturitas atau gangguan pertumbuhan, kehamilan dengan kelainan
letak: sungsang, lintang, kepala belum masuk PAP minggu ke 36 pada primi
gravid, hamil dengan dugaan disproporsi sefalo-pelvik kehamilan lewat waktu (di
atas 42 minggu).
5) Keluarga Berencana
Dalam melakukan pemilihan metode
kontrasepsi perlu diperhatikan ketetapan bahwa makin rendah pendidikan
masyarakat, semakin efektif metode KB yang dianjurkan, yaitu kontap, suntikan
KB, susuk KB (AKBK : Alat Kontrasepsi Bawah Kulit). IUCD (AKDR).
Jenis KB yang tepat untuk ibu
postpartum adalah:
a. KB suntik
b. Noorplant (KB susuk)/ Implanon
c. AKDR
d. Pil KB hanya progesterone
e. Kontap
f. Metode sederhana.
Bidan
diharapkan dapat menggunakan kesempatan yang baik untuk KIE dan KIEM tentang KB
sejak awal asuhan antenatal hingga keluarga ini segera terlindung dari
kemungkinan hamil dalm waktu singkat.
f. Pola kebiasaan sehari-hari
Menurut Manuaba (2010: 117-123) pola
kebiasaan yang harus dilakukan oleh ibu hamil TM III antara lain:
1) Nutrisi
Pada dasarnya, dianjurkan makanan
empat sehat lima sempurna. Karena kebutuhan akan protein dan bahan makan tinggi
, dianjurkan tambahan sebuah telur sehari. Nilai gizi dapat ditentukan dengan
bertambahnya berat badan sekitar 6,5 sampai 15 kg selam hamil.
2) Istirahat / tidur
Jadwal istirahat dan tidur perlu
diperhatikan dengan baik karena istirahat dan tidur yang teratur dapat
meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan
pertumbuhan janin.
3) Personal Hygiene
a) Saat hamil sering terjadi karies yang berkaitan dengan
emesis-hiperemesis gravidarum hipersalivasi dapat menimbulkan timbunan kalsium
di sekitar gigi.
b) Pakaian
hamil yang
dianjurkan adalah pakaian yang longgar dan terbuat dari katun sehingga mempunyai kemampuan menyerapm terutama pakaian dalam. Pakaian dalam atas atau bra dianjurkan yang longgar
dan mempunyai kemampuan untuk menyangga payudara yang makin berkembang. Pakaian
dalam sering diganti untuk menjaga kebersiahan dan menghalangi suasana lembab
di sekitar pelipatan.
4) Aktivitas dan Olahraga
a) Aktivitas yang banyak dianjurkan adalah jalan-jalan waktu pagi hari untuk ketenangan dan mendapatkan udara segar serta melkukan senam hamil.
b) Senam hamil dimulai pada umur kehamilan sekitar 24 sampai 28 minggu.
c) Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan. Bekerjalah sesuai dengan kemampuan,
dan makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan.
d) Wanita karier yang hamil mendapat hak cuti hamil selama tiga bulan, yang
dapat diambil sebulan menjelang persalinan dan dua bulan setelah
persalinan.
e) Olahraga mutlak dikurangi apabila dijumpai:
(1) Sering
mengalami keguguran
(2) Persalinan
yang belum cukup bulan
(3) Pada mereka
yang mempunyai riwayat persalinan sulit
(4) Pada kasus
infertilitas
(5) Usia saat
hamil relative tua
(6) Hamil dengan
perdarahan dan mengeluarkan cairan
5) Kehidupan seksual
Hamil
bukan merupakan halangan untuk melakukan hubunan seksual. Hubungan seksual
disarankan untuk dihentikan bila:
a) Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan
disertai rasa nyeri atau panas.
b) Terjadi perdarahan saat hubungan seksual.
c) Terdapat pengeluaran cairan (air) yang mendadak.
d) Hentikan hubungan seksual pada mereka yang sering
mengalami keguguran, persalinan sebelum waktunya, mengalami kematian dalam
kandungan, sekitar 2 minggu menjelang persalinan.
Menurut Syaifuddin (2010: 98-130),
dalam hal latar belakang social, tindakan yang lazim yang tidak bermanfaat,
bahkan dapat membahayakan antara lain:
1) Mengurangi garam untuk mencegah hipertensi (faktanya, hipertensi bukan
karena retensi garam).
2) Membatasi makan dan minum untuk mencegah bayi besar. (faktanya, bayi
besar disebabkan karena gangguan metabolism pada ibu seperti DM).
3) Menghindari makanan berprotein tinggi (faktanya, ibu menyusui butuh
tambahan kalori sebesar 500 perhari).
4) Penggunaan bebat perut segera pada masa nifas. (faktanya, penggunaan
bebat perut selam masa kritis membuat sulit bagi petugas untuk menilai tonus
dan posisi uterus, untuk melakukan masase uterus jika diperlukan dan
memperkirakan banyak darah yang keluar).
2.
Data Obyektif
a. Pemeriksaan fisik
1) Keadaan umum : komposmentis, tampak sakit (Manuaba, 2010 : 114).
Menurut Depkes RI (1993 : 78), periksa
pandang dilihat kemungkinan dengan kesempatan atau kelainan panggul, misalnya :
a) Pasien pendek < 145 cm
b) Berjalan pincang
c) Terdapat kelainan punggung (kifosis, skoliosis atau lordosis).
d) Belah ketupat michaelis tidak simetris.
2) Tanda-tanda vital
Menurut Depkes RI (1994 : 11) batasan
normal tanda-tanda vital:
T =
110/70 sampai dengan 130/90 mmHg
S =
360C sampai dengan 37,50C
N =
80 x/menit sampai dengan 100 x/menit
R =
20 x/menit sampai dengan 24x/menit
Tekanan darah normal dibawah 140/90 mmHg (Saifudin, 2002: N-3)
3) Berat badan, tinggi badan dan lila
a) Peningkatan BB ibu hamil
bergantung BB sebelum hamil. Jika indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 19,8
maka kenaikan yang dianjurkan adalah 12,5-18 Kg selama kehamilan. Jika IMT
antara 19,8-26 maka kenaikan BB yang dianjurkan adalah 11,5-16 Kg. Jika IMT
lebih dari 26, maka kenaikan BB yang dianjurkan adalah 7-11 Kg. Rata-rata
peningkatan BB selama hamil 40 minggu adalah 0,7-1 Kg per minggu, semakin
meningkat pada minggu terakhir kehamilan. (Parker, C, 2010 : 107)
b) Peningkatan BB selama hamil
6,5-16,5 Kg, rata-rata 12,5 Kg. (Wiknjosastro, 2008 : 99)
c) Tinggi badan
Tinggi badan normal yaitu >145 cm.
Menurut Marmi (2011: 163), tubuh yang pendek dapat menjadi indikator
gangguan genetik. Tinggi badan harus diukur pada saat kunjungan awal.
d) Lila
Lila kurang dari 23,5 cm
merupakan indikator kuat untuk status gizi ibu yang kurang / buruk. Sehingga ia
beresiko untuk melahirkan BBLR. Dengan demikian bila hal ini ditemukan sejak
awal kehamilan, petugas dapat memotivasi ibu agar lebih memperhatikan
kesehatannya serta jumlah dan kualitas makanannya (Depkes RI, 1994 : 10).
4) Kepala
a) Rambut
Pada saat hamil, biasanya rambut ibu hamil terasa lebih cepat berminyak
atau lepek dibandingkan biasanya. Hal ini disebabkan selama hamil produksi
hormon estrogen semakin meningkat. Mudah rontok menandakan kurang gizi atau
kelainan tertentu (Siswusuhardjo, 2010: 38).
b) Muka
Cloasma gravidarum sebagai akibat deposit pigmen yang
berlebih disebabkan oleh dikeluarkannya melanophone stimulating hormone pada
hipofosis anterior (winkjosastro, 2007 : 135).
c) Mata
Bentuk simetris, konjungtiva normal warna merah
muda, bila pucat menandakan anemia. Sclera normal berwarna putih, bila kuning
menandakan ibu mungkin terinfeksi hepatitis, bila merah kemungkinan ada
conjungtivitis. Kelopak mata yang bengkak kemungkinan adanya preeklampsi
(Romauli, 2011: 174).
d) Hidung
Normal tidak ada polip dan kelainan bentuk, kebersihan cukup (Romauli, 2011:
174).
e) Mulut
Dalam kehamilan sering timbul stomatitis, gingivitis,
pembengkakan gusi setempat yang banyak mengandung pembuluh darah sehingga mudah
berdarah atau disebut epulis gravidarum. Maka perlu perawatan mulut agar selalu
bersih. (winkjosastro, 2007 : 495)
Adakah karies gigi yang berkaitan dengan emesis dan hiperemesis
gravidarum. Adanya kerusakan gigi dapat menjadi sumber infeksi.
(Manuaba, 2010 : 122)
5) Telinga
Normal tidak ada serumen yang berlebihan dan tidak berbau, bentuk
simetris (Romauli, 2011: 174).
6) Leher
Pada pemeriksaan leher, apakah terjasdi pembesaran kelenjar tiroid atau
benjolan. (Huliana, Mellyna, 2007: 77)
7) Dada dan Aksilla
a) Aksilla
Observasi apakah ada benjolan.
Palpasi terasa
sakit atau tidak, ada tumor atau tidak (Depkes RI, 1995 : 21).
b) Payudara
-
Payudara akan membesar dan tegang akibat hormon
somammotropin, estrogen, progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan ais
susu. Pada kehamilan 12 minggu keatas
dari puting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih, disebut kolostrum,
sesudah kelahiran kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning
(Wiknjosastro, 2007:95).
-
Observasi ukuran, bentuk dan warna
kulit dan putting susu. Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya
benjolan, rasa sakit (oleh karena adanya infeksi). (Depkes RI, 1995 : 21).
-
Mammae akan membesar dan tegang
akibat hormon somatomammotropin, ektrogen dan progesterone. Papilla mammae akan
membesar, lebih tegak dan tampak lebih hitam seperti areola mammae karena
hiperpigmentasi, glandula Montgomery tampak lebih jelas menonjol dipermukaan
areola mammae pada kehamilan 12 minggu ke atas dari putting susu dapat keluar
cairan berwarna putih agak jernih kolostrum, berasal dari kelenjar-kelenjar
asinus yang mulai bereaksi (Wiknjosastro, 2007 : 95).
-
Pada primigravida, payudara tegang dan puting susu runcing.
Sedangkan pada multigravida, payudara lembek dan menggantung serta puting susu
tumpul (Manuaba, 2010: 125).
c) Pernafasan teratur, tidak ada wheezing (ronchi) berhubungan dengan
penyakit saluran pernafasan (Wiknjosastro, 2007 : 448).
d) Dinding thoraks
Observasi bentuk thorak, khiposis atau tidak, palpasi
dilakukan bila ada kelainan seperti benjolan (Depkes RI, 1995 : 448).
8) Abdomen
-
Perut membesar selama kehamilan
karena pengaruh estrogen dan progesterone yang meningkat sehingga dapat diikuti
pertumbuhan janin (Wiknjosastro, 2007 : 89).
-
Pada primigravida perut tegang, menonjol dan terdapat striae
livide. Pada multigravida perut lembek, menggantung serta terdapat striae
livide dan albikan (putih) (Manuaba, 2010:125).
9) Genetalia
-
Palpasi kelenjar Bartholin , uretra, dan kelenjar skene;
perhatikan adanya rabas. Perhatikan jaringan parut atau genetalia lain.
Perhatikan hemoroid. Observasi adanya tanda Chadwick kehamilan (perubahan warna
vulva dan dinding vagina) (Sinclair, Constance, 2003: 9)
-
Pada primigravida vulva tertutup, perineum utuh, himen
perforatus, vagina sempit dengan rugae, portio runcing dan tertutup. Pada
multigravida vulva terbuka, pada perineum terdapat bekas robekan, kurunkule
mortiformis, vagina longgar tanpa rugae, portio tumpul dan terbagi dalam bibir
depan-belakang (Manuaba, 2010: 125).
10) Ekstremitas
Pemeriksaan refleks lutut serta tidak adanya edema (pembengkakan) atau
varises (Huliana, Mellyna, 2007: 78).
b. Pemeriksaan khusus
1) Palpasi
Palpasi adalah perabaan untuk menentukan seberapa besar bagian kepala
janin yang terpalpasi di atas pintu panggul untuk menentukan seberapa jauh terjadinya
engangement,mengidentifikasi punggung janin untuk menentukan posisi, dan
menentukan letak bokong dan kepala dan presentasi
janin. (Diane 2009:259-261)
a) TFU Mc Donald
Menurut Sastrawinata (1983 :
162-164), untuk mengikuti pertumbuhan anak dengan cara mengikuti pertumbuhan
rahim, maka sekarang sering ukuran rahim ditentukan dalam cm. Yang diukur
adalah tingginya fundus uteri dan perimeter umbilical (lingkaran perut yang
setinggi pusat).
|
Tingginya fundus uteri (cm)
|
Umur kehamilan dalam bulan
|
|
20
|
5
|
|
23
|
6
|
|
26
|
7
|
|
30
|
8
|
|
33
|
9
|
1) TBJ Normal
untuk Trimester III
Rumus Johnson-Tausak
BB =
(MD-12) x 155
BB =
berat badan janin
MD =
jarak symphisis fundus uteri
TBJ normal untuk trimester III, yaitu:
|
Usia Kehamilan
(bulan)
|
Berat Badan
(gram)
|
|
7
8
9
10
|
1000
1800
2500
3000
|
Sumber: Manuaba, 2010: 89
b) Pemeriksaan Leopold, menurut Manuaba (2010: 118-119)
Leopold I
Menentukan tinggi fundus uteri, dan
bagian janin dalam fundus dan konsistensi fundus.
|
Usia kehamilan (minggu)
|
Tinggi Fundus Uteri
|
|
12
|
1-2 jari atas sympisis
|
|
16
|
Pertengahan antara sympisis dengan
pusat
|
|
20
|
3 jari bawah pusat
|
|
24
|
Setinggi pusat
|
|
28
|
3 jari atas pusat
|
|
32
|
Pertengahan procesus xyphoideus
dengan pusat
|
|
36
|
Sampai arcus costarum atau 3 jari
dibawah procesus xyphoideus
|
|
40
|
Pertengahan antara procesus
xyphoideus dengan pusat
|
Hasil : pada letak membujur sungsang
: pada fundus terapa kepala bulat keras, melenting pada goyangan.
Pada letak kepala : akan teraba
bokong pada fundus, tidak keras tidak melenting dan tidak bulat.
Pada letak lintang : fundus uteri
tidak terisi oleh bagian-bagian janin
Letak normal : pada fundus teraba
bokong, bagian yang tidak melenting, tidak keras, tidak bulat.
Leopold II
Menentapkan dimana punggung dan
bagian terkecil janin
Letak membujur dapat ditetapkan
punggung anak yang teraba bagian keras, dan memanjang seperti papan dan sisi
yang berlawanan teraba bagian kecil janin.
Letak lintang dapat ditetapkan dimana
letak kepala janin
Normal : teraba punggung sebelah
kanan/kiri.
Leopold III
Menetapkan bagian apa yang terdapat
di atas symphisis pubis
Kepala akan teraba bulat, keras dan
melenting sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat.
Pada letak lintang : symphisis pubis
akan kosong.
Normal : teraba kepala, bagian yang
bulat, keras dan melenting.
Apabila kepala belum masuk PAP tidak
perlu melakukan Leopold IV.
Leopold IV
Menetapkan bagian terendah janin
sudah masuk PAP atau belum
Bila convergent berarti bagian
terendah belum masuk PAP.
Bila divergen berarti bagian terendah
belum masuk PAP.
Bila sejajar berarti bagian terendah
masuk PAP.
Pemeriksaan Pembantu Leopold:
Pemeriksaan Budin (pembantu Leopold
II)
Dipergunakan pada letak membujur,
untuk lebih menetapkan dimana punggung janin berada.Tehnik :fundus uteri
didorong kebawah, badan janin akan melengkung sehingga punggung mudah
ditetapkan.
Pemeriksaan menurut Ahlfeld (pembantu
Leopold II)
Janin dengan letak membujur didorong
ke salah satu sisi sehingga janin mengisi ruangan yang lebih terbatas. Dengan
mendorong janin kesatu arah, maka pemeriksaan punggung janin lebih mudah
dilakukan.
Pemeriksaan menurut Kneble
Pemeriksaan ini dapat membantu
pemeriksaan Leopold III. Menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan
diatas fundus dan tangan lain di atas sympisis.
2) Auskultasi
DJJ mulai terdengar lebih dari
kehamilan 18 minggu. (Pusdiknakes, 2003: 45)
Menurut Sastrawinata (1983 : 170),
kalau bunyi jantung terdengar sebelah kiri, maka punggung sebelah kiri, kalau
terdengar sebelah kanan maka punggung sebelah kanan. Kalau terdengar di pihak
yang berlawanan dengan bagian-bagian kecil, sikap anak fleksi. Kalau terdengar
sepihak dengan bagian-bagian kecil sikap anak defleksi.
Menurut Manuaba (2010: 116-129), setelah
punggung janin dapat ditetapkan, diikuti dengan pemeriksaan denyut jantung
janin dengan menggunakan stetoskop monoral.
a)
Kaki ibu hamil
diluruskan sehingga punggung janin lebih dekat dengan dinding perut ibu.
b)
Punctum maximum
denyut jantung janin ditetapkan disekitar scapula.
c)
Denyut jantung
janin dihitung dengan cara menghitung 5 detik pertama, interval 5 detik
dilanjutkan menghitung untuk 5 detik kedua, interval 5 detik dilanjutkan
menghitung untuk 5 detik ketiga. Jumlah perhitungan selama 3 kali setiap 5
detik dikalikan 4, sehingga denyut jantung janin selama satu menit dapat
ditetapkan.
Jumlah denyut jantung janin
normal antara 120-160 denyut per menit. Pada anak kembar terdengar dua
punktum maksimum denyut jantung janin dengan perbedaan sekitar 10 denyut.
3) Perkusi
Normal : reflek patella akan normal
bila tungkai ke bawah akan bergerak sedikit ketika tendon ditekuk (Depkes RI,
1994 : 20).
Bila reflek patella negatif mungkin
pasien kekurangan Vitamin B, (Depkes RI, 1993 : 68).
4) Pemeriksaan panggul luar dan dalam
a) Panggul Luar, ukuran normal :
Distansia spinarum : 23-26 cm
Distansia cristarum : 26-29 cm
Distansia tuberum : 10,5 – 11 cm
Baudelogue : 18 – 20 cm
Lingkar panggul : 80 – 90 cm
(Manuaba, 2010 :
79)
a) Panggul dalam
Bila promontorium teraba saat
pemeriksaan dalam berarti ada kesempitan panggul.
Normal linea inominata teraba
sebagian
Spina isciadika normal, tidak
menonjol ke dalam. Bila menonjol berarti ada kesempitan panggul.
Sudut arcus pubis > 900
bila kurang berarti ada kesempitan panggul (Wiknjosastro, 2007 : 42-43).
5) Pemeriksaan penunjang
a) Laboratorium
Menurut Romauli (2011: 187-188), pemeriksaan penunjang yang dilakukan,
antara lain:
(1) Pemeriksaan Haemoglobin
Tujuan pemeriksaan haemoglobin adalah untuk mengetahui kadar Hb dalam
darah dan menentukan derajat anemia. Dengan memakai alat sahli, kondisi
haemoglobin dapat digolongkan sebagai berikut:
Hb 11gr % : tidak anemia
Hb 9-10gr% : anemia ringan
Hb 7-8gr% : anemia sedang
Hb <7gr% : anemia berat
(2) Pemeriksaan Golongan Darah
Diambil dari darah periver, bertujuan untuk mengetahui golongan darah,
dilakukan pada kunjungan pertama kehamilan.
(3) Protein urine
Pemeriksaan urine dilakukan pada kunjungan pertama dan setiap kunjungan
TM III. Diperiksa dengan cara dibakar, dilihat warnanya, kemudian ditetesi asam
asetat 2-3 tetes, lalu dilihat warnanya lagi.
Cara menilai hasil:
Tidak ada kekeruhan :
(-)
Ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir :
(+)
Kekeruhan mudah terlihat dengan butir-butir : (++)
Kekeruhan jelas dan berkeping-keping :
(+++)
Sangat keruh berkeping besar atau bergumpal: (++++)
(4) Pemeriksaan WR dan VDRL
Diambil dari darah vena cubiti yang bertujuan untuk mengetahui apakah ibu
hamil terkena sipilis, dilakukan pada waktu pertama kali periksa kehamilan dan
dapat dilakukan di RS, puskesmas, dan laboratorium klinik.
(5) Pemeriksaan HbSAg
Diambil dari darah vena, dilakukan pada pemeriksaan hamil yang pertama,
bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus hepatitis di dalam darah baik
dalam kondisi aktif maupun sebagai carier.
(6) Pemeriksaan Reduksi
Untuk mengetahui kadar glukosa dalam urine, dilakukan pada waktu
kunjungan pertama kehamilan.
(7) Pemeriksaan Albumin
Dilakukan pada kunjungan pertama kehamilan dan setiap kunjungan pada
akhir trimester II sampai III kehamilan. Tujuannya untuk mengetahui ada
tidaknya albumin dalam air keruh dan berapa tinggi kadar albumin dalam air
keruh.
(8) USG
Pada minggu keenam sudah terlihat adanya kantong kehamilan. Pada minggu
keenam-tujuh kutub janin, minggu ketujuh-delapan denyut jantung janin, minggu
kedelapan-sembilan gerakan janin, minggu kesembilan-sepuluh plasenta, minggu
keduabelas biparietal diameter. Adanya 2 gestasional sac pada minggu keenam
sudah dapat menentukan adanya kehamilan kembar.
B.
ANALISA DATA
Hasil
analisa merupakan awal dari pengetahuan perumusan masalah untuk menetapkan
diagnosa kebidanan (Depkes RI, 1995 : 9).
Cara menganalisa masalah menurut Depkes RI (1995 :
23-24) adalah sebagai
berikut:
1. Carilah hubungan antara data/fakta satu saman lainnya.
2. Dari data atau fakta yang berkaitan tentukan mana yang menjadi penyebab
atau akibat.
3. Data atau fakta yang ada dapat
diuraikan kemungkinan penyebab atau dampaknya
4. Tentukan masalah berdasarkan data fakta yang ada.
5. Tentukan masalah utamanya.
6. Tentukan penyebab utamanya
7. Tentukan kemungkinan masalah yang timbul (masalah potensial).
C.
DIAGNOSA KEBIDANAN
Menurut Depkes RI (1995 :
24) dalam diagnosa perlu dicantumkan unsur-unsur berikut
yaitu :
1. Keadaan pasien / klien
2. Khusus bagi ibu hamil dan melahirkan termasuk keadaan bayinya
3. Masalah utama dan penyebab
4. Masalah potensial
5. Prognosa
G…PAPIAH,
usia kehamilan 12-28 minggu, hidup, tunggal / ganda, intra uterine situs bujur
/ lintang, habitus fleksi / defleksi, punggung kiri dan kanan, presentasi
kepala / bokong, kesan panggul normal, KU ibu dan janin baik dengan masalah
sering kencing, nyeri pinggang, varices, konstipasi, mudah kram, sesak nafas,
oedema, prognosa (Depkes RI, 1995 :
5-6).
Dengan
kemungkinan masalah yang mungkin timbul menurut Sulistyawati (2009: 123-127)
adalah :
1. Hemoroid
2. Sembelit atau konstipasi
3. Kram pada kaki
4. Sesak nafas
5. Pusing atau sinkop
6. Sakit punggung atas dan bawah
7. Varices pada kaki
8. Nyeri ligamentum rotundum
9. Perut kembung
D.
INTERVENSI
1. G…. PAPIAH, usia kehamilan 12-28 minggu, janin, hidup,
tunggal/ganda, intra uterine, situs bujur/ lintang, habitus fleksi / defleksi,
posisi puki/puka, presentasi kepala / bokong, jalan lahir normal, keadaan umum
ibu dan janin (Depkes RI, 1995 : 24).
Tujuan : Ibu dan janin sehat, sejahtera sampai
melahirkan
Kriteria :
Keadaan ibu menurut Depkes RI (1990 : 136):
a) Keadaan umum baik
b) Kesadaran composmentis
c) Tanda-tanda vital : TD : 100/70 – 130/90 mmHg
N :
76-88 x/menit
S :
365 – 375 0C
R :
16-24 x/menit
d) Pemeriksaan laboratorium
Hb > 11 gr%
Protein urine (-)
Reduksi urine (-)
(Depkes RI, 1990 : 63)
Keadaan Janin menurut Depkes
RI (1992 : 91):
a) DJJ 120-160 x/menit
b) TFU sesuai dengan usia kehamilan
c) Situs bujur dan presentasi kepala
Intervensi :
a. Memberitahu hasil pemeriksaan
R/ ibu mengetahui kondisi
kesehatannya dan bayi.
b. Jelaskan perubahan-perubahan fisiologis dan ketidaknyamanan dalam
kehamilan .
R/ Ibu dapat beradaptasi dengan keadaan sekarang.
c. Diskusikan tentang kebutuhan ibu hamil.
R/ agar ibu hamil mengetahui
kebutuhannya dan mau berkoordinasi.
d. Jelaskan tanda bahaya dalam kehamilan termasuk juga tanda-tanda
persalinan.
R/ Mengidentifikasi tanda bahaya dalam kehamilan termasuk juga
tanda-tanda persalinan supaya ibu mengetahui kebutuhan yang harus dipersiapkan
untuk kelahiran dan kemungkinan keadaan darurat.
e. Jelaskan kepada ibu mengenai persiapan kelahiran dan persalinan.
R/ Ibu dapat menangani kebutuhan yang diperlukan selama persalinan.
f. Pesankan ibu untuk kontrol 2
minggu lagi atau jika ada keluhan
R/ Memantau keadaan ibu dan janin dalam mendeteksi dini bila terjadi
komplikasi.
2. Masalah menurut Varney (2006 :
538-543)
a. Hemorhoids (wasir)
Tujuan : tidak terjadi proses vena hemorrhoid
Kriteria : Keluhan hemorrhoid berkurang
Intervensi :
1) Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat untuk menghindari
konstipasi
R/ Makanan
tinggi serat menjadikan feses tidak terlalu padat / keras sehingga mempermudah
pengeluaran feses.
2) Anjurkan ibu untuk minum air hangat satu gelas tiap bangun pagi
R/ Minum
air hangat akan merangsang peristaltic usus sehingga dapat merangsang
pengosongan kolon lebih cepat.
3) Anjurkan ibu untuk jalan-jalan atau senam ringan.
R/ Olahraga
dapat memperlancar peredaran darah sehingga semua sistem tubuh dapt berjalan
lancar termasuk sistem pencernaan.
4) Anjurkan ibu untuk menghindari mengejan saat defekasi
R/ Mengejan
yang terlalu sering akan memicu terjadinya hemoroid.
5) Anjurkan ibu untuk mandi berendam hangat.
R/ Hangtnya
air tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi.
6) Anjurkan ibu untuk mengompres witch hazel, es atau garam Epson.
R/ Kompres
diperlukan untuk mengurangi hemorrhoid.
b. Konstipasi
Tujuan :Ibu dapat mengerti dan beradaptasi
terhadap keadaannya sehingga tidak menimbulkan kecemasan.
Kriteria :Ibu bisa BAB rutin setiap hari
Intervensi :
1) Anjurkan ibu untuk membiasakan pola BAB teratur
R/ Berperan
besar dalam menentukan waktu defekasi, tidak mengukur dapat menghindari
pembekuan feses.
2) Anjurkan ibu meningkatkan intake cairan, serat dalam diet
R/ Makanan
tinggi serat menjadikan feses tidak terlalu padat, keras
3) Anjurkan ibu minum ciaran dingin / panas (terutama ketika perut kosong)
R/ Dengan
minum panas / dingin sehingga dapat merangsang BAB
4) Anjurkan ibu melakukan latihan secara umum, berjalan setiap hari, pertahankan
postur tubuh, latihan kontraksi otot abdomen bagian bawah secara teratur.
R/ memfasilitasi
sirkulasi vena sehingga mencegah kongesti pada usus besar.
c. Kram pda kaki
Tujuan :Ibu dapat mengerti dan beradaptasi
terhadap keadaannya sehingga tidak menimbulkan kecemasan.
Kriteria :- Kram pada kaki berkurang.
-
Aktifitas sehari-hari tidak terganggu
Intervensi :
1) Jelaskan penyebab kram kaki
R/ Ibu
mengerti penyebab kram pda kaki yaitu ketidakseimbangan rasio kalsium.
2) Anjurkan ibu untuk senam hamil teratur
R/ Senam
hamil memperlanca peredaran darah, suplai O2 ke jaringan sel terpenuhi.
3) Anjurkan ibu untuk menghangatkan kaki dan betis dengan massase.
R/ Sirkulasi
darah ke jaringan lancar.
4) Minta ibu untuk tidak berdiri lama.
R/ Mengurangi
penekanan yang laman pada kaki sehingga aliran darah lancar.
5) Anjurkan ibu untuk menghindari aktivits berat dan cukup istirahat.
R/ Otot-otot
bisa relaksasi sehingga kram berkurang.
6) Anjurkan ibu diet mengandung kalsium dan fosfor
R/ Konsumsi
kalsium dan phosphor baik untuk kesehatan tulang.
d. Sesak nafas
Tujuan : Ibu mampu beradaptasi dengan keadaannya dan kebutuhan O2
ibu terpenuhi
Kriteria :- Sesak nafas berkurang
- Aktifitas
sehari-hari tidak terganggu
Intervensi :
1) Jelaskan pada ibu penyebab sesak nafas
R/ Ibu
mengerti penyebab sesak nafas yaitu karena membesarnya uterus.
2) Anjurkan ibu untuk tidur dengan posisi yang nyaman dengan bantal tinggi.
R/ Menghindari
penekanan diafragma.
3) Anjurkan ibu senam hamil teratur.
R/ Merelaksasi
otot-otot.
4) Anjurkan ibu menghindari kerja keras.
R/ Aktivitas
berat menyebab energi yang digunakan banyak dan menambh kebutuhan O2.
5) Anjurkan ibu berdiri meregangkan lengannya di atas kepala.
R/ Perengangan
tulang meringankan penarikan nafas.
e. Pusing
Tujuan :Ibu mengerti dan mampu beradaptasi dengan
keadaannya sehingga tidak cemas.
Kriteria :-
Pusing berkurang
-
tidak terjadi jatuh / hilang kesadaran.
Intervensi :
1) Jelaskan pada ibu penyebab pusing
R/ Ibu
mengerti penyebab pusing karena hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan-perubahan
hemodinamis
2) Ajarkan ibu cara bangun perlahan dari posisi istirahat.
R/ Agar
ibu tidak terjatuh dari bangun tidur.
3) Anjurkan ibu untuk menghindari berdiri terlalu lama di lingkungan panas
dan sesak.
R/ Kekurangan
O2 karena lingkungan sesak dapat menyebabkan pusing.
4) Jelaskan untuk menghindari posisi telentang.
R/ Sirkulasi
O2 ke otak lancar.
f. Nyeri pinggang
Tujuan :Ibu mengerti dan mampu beradaptasi dengan
keadaannya sehingga tidak cemas.
Kriteria :- Nyeri pinggang berkurang
- aktifitas
sehari-hari tidak terganggu
Intervensi :
1) Jelaskan pada ibu tentang penyebab nyeri pinggang
R/ Ibu
mengerti penyebab nyeri pinggang karena otot-otot pinggang tertarik oleh perut
yng membesar.
2) Anjurkan ibu untuk menghangatkan dan massage daerah pinggang, melakukan
senam hamil.
R/ Memberi
rasa nyaman, memperlancar peredaran darah, sehingga nyeri berkurang.
3) Anjurkan ibu untuk menghindari kelelahan.
R/ Kelelahan
menambah ketegangan otot pinggang.
4) Anjurkan ibu memakai sepatu hak rendah atau sandal
R/ Mengurangi
pergeseran titik berat.
5) Meminta ibu tidak memakai pakaian ketat.
R/ Pakaian
ketat dapat menekan vena dan mempercepat varices.
g. Varices
Tujuan :Ibu mengerti dan mampu beradaptasi dengan
keadaannya sehingga tidak menimbulkan kecemasan.
Kriteria :Varices tidak bertambah
Intervensi :
1) Jelaskan pada ibu penyebab varices karena kongesti vena dalam venabagian
bawah yang meningkat sejalan dengan kehamilan karena tekanan dari uterus.
R/ Ibu
mengerti dan merasa lega karena keadaannya merupakan hal fisiologis.
2) Anjurkan ibu untuk meninggikan kaki sewaktu berbaring / duduk.
R/ Untuk
memperlancar peredaran darah balik (vena cava inferior)
3) Jelaskan pada ibu untuk beristirahat dalam posisi berbaring miring ke
kiri.
R/ Mengurangi
tekanan pada vena cava inferior
4) Motivasi ibu untuk melaksanakan exercise
R/ Untuk
memperlancar sirkulasi darah.
5) Anjurkan ibu menghindari pakaian ketat (misal : kaos kaki selutut)
R/ Pakaian
ketat dapat menghambat vena
6) Anjurkan ibu menggunakan penyokong abdomen maternal.
R/ Menghilangkan
tekanan pada vena panggul.
7) Anjurkan ibu melakukan latihan pengurangan varices.
R/ Mengurangi
varices vulva atau hemorrhoid untuk meningkatkan sirkulasi.
8) Anjurkan ibu mandi air hangat.
R/ Mandi
air hangat memberikan sensasi menenangkan dan memperlancar sirkulasi darah.
h. Perut Kembung
Tujuan :Ibu mengerti dan mampu
beradaptasi dengan keadaannya sehingga tidak menimbulkan kecemasan.
Kriteria : Kembung dapat
berkurang atau hilang
Intervensi
:
1) Jelaskan pada ibu penyebab perut kembung karena seiring dengan tuanya
kehamilan hormone progesterone naik dan peristaltic usus menjadi lemah sehingga
menyababkan perut kembung.
R/ Ibu
mengerti dan merasa lega karena keadaannya merupakan hal fisiologis.
2) Anjurkan ibu untuk menghindari makanan yang mengandung gas.
R/
3) Mengunyah makanan secara sempurna
R/ makanan halus akan memudahkan
peristaltic usus dan
E.
IMPLEMENTASI
Menurut Depkes RI (1995 :
11), setelah menyusun perencanaan tindakan, langkah
selanjutnya implementasi atau pelaksanaan tindakan. Tindakan yang dilakukan bidan
dalam memberikan asuhan pada ibu hamil Trimester III, sesuai dengan rencana
yang telah disusun berdasarkan pada diagnosa dan masalah yang timbul.
Di dalam tahap ini bidan melakukan
observasi sesuai dengan kriteria evaluasi yang telah direncanakan.
Beberapa hal yang perlu mendapatkan
perhatian di dalam tahap implementasi ini adalah :
1) Intervensi yang dilakukan harus berdasarkan prosedur tetap yang lazim
dilakukan.
2) Pengamatan dilakukan secara cermat dan tepat sesuai dengan kriteria
evaluasi yang dilakukan.
3) Pengendalian keadaan pasien / klien sehingga secara berangsur-angsur
menuju kondisi kesehatan yang diharapkan.
Pada
langkah ini bidan melakukannya secara mandiri, tetapi bisa terjadi
kegawatdaruratan perlu dilakukan kegiatan kolaborasi. Pelaksana tindakan selalu
diupayakan di dalam waktu yang singkat, efektf dan berkualitas.
F.
EVALUASI
Menurut Depkes RI (1994 :
7-10), bidan melakukan evaluasi sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan di dalam rencana. Semakin dekat hasil tindakan yang dilakukan
dengan sasaran yang telah ditetapkan di dalam kriteria, maka tindakan akan
mendekati keberhasilan yang diharapkan evaluasi dilakukan dengan pendekatan
SOAP, yaitu :
|
S
|
:
|
Data Subyektif
Menggambarkan
pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melaui anamnesia
|
|
O
|
:
|
Data Obyektif
Menggambarkan
pendokumentasian hasil pemeriksaan
fisik, hasil laboratorium, dan hasil diagnosa lain yang dirumuskan dalam data
fokus untuk mendukung assessment.
|
|
A
|
:
|
Assesment
1.
Diagnosa / Masalah
2.
Antisipasi diagnosa lain / maslah potensial
|
|
P
|
:
|
Planning menggambarkan pendokumentasian dan perencanaan evaluasi
berdsarkan assessment.
|
Bidan
BAB II
TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian
Tanggal pengkajian : 18 februari 2015 Pukul : 08.00 WIB
Tempat pengkajian : BPM Ny.Arlik Amd.Keb
1. Data
subyektif
a. Biodata
Istri Suami
Nama : Ny. “N” Tn. “D”
Umur : 24 thn 27 thn
Agama : islam islam
Suku/bangsa : jawa/IND jawa/IND
Pendidikan : SMA SMA
Pekerjaan : IRT PEDAGANG
Penghasilan :
- Rp.1.000.000/bln
Status menikah : menikah menikah
Umur menikah : 23 thn 26 thn
Lama/ brp kali : 2thn/1x 2 thn/1x
Alamat : Milangasri, Waru, Magetan
b. Keluhan
utama
Ibu mengatakan sering buang air kecil setiap hari.
c. Riwayat
kesehatan
·
Riwayat kesehatan sebelum hamil
Sebelum hamil ibu tidak pernah mempunyai penyakit
dengan gejala batuk lama > 2minggu, keluar darah (TBC) feses putih, air
kencing pekat, sklera kuning, kuku kuning (Hepatitis), keputihan yang berwarna
dan berbau (PMS) tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar (jantung) luka/dararh
sukar membeku (hemofili) sering pusing, mudah lelah, pucat dan ketika duduk
lalu berdiri mata berkunang-kunang (anemia) sesak napas (asma) diare > 3
minggu, BB turun drastis (AIDS)
·
Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit dengan gejala
batuk lama > 2minggu, keluar darah (TBC) feses putih, air kencing pekat,
sklera kuning, kuku kuning (Hepatitis), keputihan yang berwarna dan berbau
(PMS) tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar (jantung) luka/dararh sukar
membeku (hemofili) sering pusing, mudah lelah, pucat dan ketika duduk lalu
berdiri mata berkunang-kunang (anemia) sesak napas (asma) diare > 3 minggu,
BB turun drastis (AIDS)
d. Riwayat
kesehatan keluarga
Didalam keluarga tidak ada yang pernah
atau sedang menderita penyakit dengan gejala batuk lama > 2minggu, keluar
darah (TBC) feses putih, air kencing pekat, sklera kuning, kuku kuning
(Hepatitis), keputihan yang berwarna dan berbau (PMS) tekanan darah tinggi,
jantung berdebar-debar (jantung) luka/dararh sukar membeku (hemofili) sering
pusing, mudah lelah, pucat dan ketika duduk lalu berdiri mata berkunang-kunang
(anemia) sesak napas (asma) diare > 3 minggu, BB turun drastis (AIDS) dan
tidak memiliki keturunan kembar.
e. Riwayat
kebidanan
·
Haid
Menarche umur 13 tahun, siklus haid 28-30 hari, lama
haid 6-7 darah keluar
encer dan disertai sedikit gumpalan pada 3 hari pertama, selanjutnya darah yang
keluar encer., ganti pembalut 3x sehari pada hari 1-3 haid. HPHT 25 juli
2014 HPL 2 mei 2015
·
KB
Ibu mengatakan sebelumnya belum pernah menggunakan KB.
Rencana KB setelah persalinan ini ibu masih bingung akan memilih macam KB
·
Riwayat kehamilan sekarang
Ibu mengatakan hamil kedua, usia kehamilan 7 bulan periksa
rutin di bidan (1-3 bulan 4x, 4-7 bulan 5x ) ibu sudah mendapat imunisasi TT
2x. Selama hamil muda ibu mual-muntah sampai usia kehamilan 4 bulan, ibu
mendapatkan tablet tambah darah berupa etabion dan multivitamin dan diminum,
(1x1) ibu mendapat penyuluhan tentang gizi, imunisasi, kebutuhan seksual. Ibu
berusaha melakukan nasehat nasehat tersebut. Akhir –akhir ini ibu sering buang
air kencing.
·
Riwayat Kehamilan Lalu
Ibu mengatakan hamil yang lalu mengalami abortus pada
bulan ke dua, ibu tidak tahu penyebab pasti keguguran tersebut, hanya saja saat
usia kehamilan 2 bulan ibu mengalami banyak perdarahan, hingga akhirnya ibu
keguguran. Setelah itu ibu melakukan kuretasi di dr spesialis kandungan.
·
Riwayat nifas lalu
Ibu mengatakan masa nifas berlangsung selama 40 hari,
selama nifas ibu tidak memiliki keluhan yang mengarah pada tanda bahaya masa
nifas,
f. Pola
kebiasaan sehari-hari
·
Nutrisi
-
Sebelum hamil
Ibu makan 3 kali sehari, sebanyak 1 porsi piring dengan menu nasi, lauk (tempe, tahu, ikan,
telur) sayur (bayam, sawi, wortel, kangkung) buah (pepaya, pisang, jeruk) minum
6-7 gelas/hari
-
Selama hamil
Saat hamil muda nafsu makan ibu menurun karena mual
muntah dan berangsur membaik saat usia kehamilan 4 bulan dan ibu makan 3 x
sehari, dengan menu nasi, lauk (tahu, tempe, telur, ayam) sayur (bayam, sawi,
wortel, kangkung, daun pepaya) buah (pisang, jeruk, apel)minum susu 2x sehari
dan minum air putih 6-7 gelas sehari.minum susu 1 gelas sehari jika ibu
menghendaki.
·
Eliminasi
-
Sebelum hamil
BAK 5-6 kali/ hari warna kuning jernih, tidak terasa
sakit waktu kencing, tidak ada gangguan. BAB 1 kali sehari biasanya dipagi
hari, konsistensi padat, tidak ada gangguan
-
Selama hamil
BAK ± 8 kali sehari warna kuning jernih tidak ada
gangguan, BAB 1x sehari tidak ada gangguan. Sekarang ibu mengeluh sering buang
kecil.
·
Istirahat
-
Sebelum hamil
Ibu tidur ± 1 jam, malam hari pukul 21.00 WIB bangun
04.30 WIB
-
Selama hamil
Ibu tidur siang ± 2 jam pukul 13.00-15.00 WIB pada
malam hari tidur pukul 21.00 Wib bangun 04.30 WIB
·
Personal Hygiene
-
Sebelum hamil
Ibu mandi 3x.sehari (pagi,siang,sore) sambil gosok gigi,
keramas 2 hari sekali, ganti baju dan celana dalam 3 kali sehari ataupun saat
ibu risih
-
Selama hamil
Selama hamil ibu tidur siang ± 3x sehari
(pagi,siang,sore) sambil gosok gigi, keramas 2 hari sekali, ganti baju dan
celana dalam 3 kali sehari atupun saat ibu merasa risih.
·
Rekreasi
-
Sebelum hamil
Jalan-jalan ke pasar, nonton tv, mendengarkan radio
-
Selama hamil
Ibu menonton tv, tidak pernah pergi jauh selama hamil,
ibu dirumah selalu beristirahat, tidak pernah melakukan sesuatu yang
berat-berat.
g. Riwayat
ketergantungan
Sebelum dan selama hamil ibu tidak pernah merokok,
minum-minuman keras, minum obat yang dijual bebas, tidak minum kopi,
jamu-jamuan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu diluar resep dokter maupun
bidan, suami merokok tetapi diluar rumah atau menjauh.
h. Latarbelakang
sosial budaya
Ibu tidak mempunyai, kebiasaan pantang makanan
terhadap jenis makanan tertentu seperti telur, daging, ikan. Ibu tidak pernah pijat
perut ke dukun, keluarga ibu biasa mengadakan selamatan untuk kelahiran bayinya
i. Psikososial
dan Spiritual
Ibu dan keluarga menerima dengan senang hati
kehamilannya, bila mengharapkan anaknya lahir dengan lancar dan selamat,
hubungan ibu, suami, keluarga dan masyarakat sekitarnya baik, keluarga dan
keluarga ibu menganut agama islam dan selalu melaksanakan ajaran agama dan
berdoa untuk keselamatan anaknya.
j. Kehidupan
seksual
-
Sebelum hamil
Ibu jarang berhubungan dengan suami nya, karena suami
berada diluar diluar kota. Kadang-kadang ibu berhubungan dengan suami ketika
sudah bertemu.
-
Selama hamil
Ibu mengatakan selama hamil ibu baru berhubungan
dengan suami sebanyak 2x saja.
2. Data
obyektif
a. Pemeriksaan
umum
-
Keadaan umum baik, keadaran kompos mentis,
postur tubuh lordose dan cara berjalan normal
-
Tanda- tanda vital
TD : 110/90 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,5 oC
Rr : 24x/menit
TB : 154 cm
BB sebelum hamil : 71 kg
BB periksa 1 minggu yang lalu : 77 Kg
BB sekarang : 78 Kg
LILA : 31 cm
b. Pemeriksaan
fisik
-
Kepala
Rambut bersih, warna hitam, tidak rontok, kulit kepala
bersih, tidak ada benjolan, penyebaran rambut merata
-
Muka
Tidak sembab, tidak pucat
-
Mata
Sklera putih, konjungtiva palpebra merah muda, kelopak
mata tidak odema
-
Hidung
Bentuk normal, tidak ada secret maupun polip, tidak
ada pernafasan cuping hidung.
-
Mulut dan gigi
Bibir kemerahan, tidak pecah-pecah, tidak ada
stomatitis, tidak ada caries gigi, gigi bersih, mulut tidak bau
-
Telinga
Telinga simetris tidak ada secret yang keluar berlebih
-
Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, klenjar limfe,
maupun pembendungan vena jugularis
-
Aksila
Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
-
Thorak
Bentuk simetris, pernafasan teratur, tidak ada
retraksi dinding dada, tidak ada bunyi tambahan (whezing dan ronchi)
-
Payudara
Bentuk simetris, payudara membesar, puting susu
menonjol, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar
-
Abdomen
Pembesaran sesuai kehamilan, terdapat striae lividae,
tidak ada luka bekas operasi, gerakan janin terlihat aktif, situs bujur dan
tidak nyeri saat palpasi
-
Genetalia
Vulva tampak bersih tidak ada sekret yang keluar dari
vagina, tidak ada condiloma acuminata/condilomatalata, tidak ada perdarahan
tidak ada varices, tidak odema, tidak ada pembesaran kelenjar skene dan
bartholini
-
Ekstermitas
·
Atas
Simetris tidak ada kelainan
·
Bawah
Simetris, tidak ada kelainan, tidak ada varices, tidak
odema
c. Pemeriksaan
khusus
·
TFU Mc Donald : 29 cm
·
TBJ menurut Johnson Tausac : (TFU-12) x 155
: (29 - 12) x 155
: 2635 gram
·
Leopold I :
TFU 3 jari
diatas pusat pada fundus teraba bagian lunak,
kurang bundar, tidak melenting (bokong)
·
Leopold II :
pada bagian kanan teraba bagian yang keras, memanjang
seperti papan dibagian kiri teraba bagian kecil janin
·
Leopold III :
pada uterus
bagian bawah teraba bagian yang keras, bundar dan melenting
·
Leopold IV :
Tidak dilakukan
·
Palpasi kandung kemih :
blas kosong
·
Auskultasi :
DJJ + 12-11-12,teratur, kuat, jari kanan bawah pusat
·
Perkusi :
reflek patela ka/ki :+/+
d. Pemeriksaan
panggul
Distansia spinarum : 31 cm
·
Distansia cristarum : 29 cm
·
Conjugata externa : 26 cm
·
Ukuran lingkar panggul : 90 cm
e. Pemeriksaan
penunjang
·
HB : tidak dilakukan
·
Urine reduksi : -
·
Proteinuri : -
B. Analisa
data dan diagnosa kebidanan
a) Analisa
data
|
No
|
Diagnosa Masalah
|
Data Dasar
|
|
01
|
G2P00010,UK 28-29 Minggu, janin tunggal, hidup
intrauterin, situs bujur, habitus fleksi, posisi puka, preskep belum masuk
PAP kesan panggul normal, kondisi jalan lahir normal, ku ibu dan janin baik
dengan masalah sering kencing
|
DS:
·
Ibu mengatakan hamil anak yang kedua
·
Usia kehamilan 7 bulan
·
Ibu mengatakan HPHT 25 juli 2014
·
Ibu mengatakan sering kencing
DO :
· Ku ibu baik, kes. Compos mentis, postur
tubuh lordose, cara berjalan normal
· TD : 110/90 mmHg
S : 36,5OC
Rr : 24x/menit
N : 80x/menit
TB : 154 cm
BB sebelum hamil : 71 Kg
BB periksa terakhir 1 minggu yg lalu
: 77 kg
BB sekarang 78 kg
LILA : 31 cm
· TFU : 29 cm
TBJ : 2635 gram
Leopold I : TFU 3 jari diatas pusat, pada fundus uteri teraba bagian
lunak, kurang bundar, tidak melenting
Leopold II : pada perut bagian kanan teraba bagian yang memanjang
keras seperti papan, dibagian kanan teraba bagian kecil janin
Leopold III : pada uterus bagian bawah teraba bagian yang keras,
bundar dan melenting
Leopold IV : tidak dilakukan
DJJ + 12-11-12 kuat 4 jari kanab bawah pusat
· DS : 31 cm
· DC : 29 cm
· CE : 26cm
· UPL : 90 cm
·
Hb :tidak dilakukan
· Urine reduksi -
· Proteinuri –
|
b) Diagnosa
kebidanan
G2P00010 UK 28-29 minggu janin
tunggal, hidup intrauterin, situs bujur, habitus fleksi, posisi puka, preskep,
belum masukPAP, kondisi jalan lahir normal, ku ibu dan janin baik dengan
masalah sering kencing, prognosa baik.
C. Perencanaan
1. Diagnosa
G2P00010 UK 28-29 minggu janin
tunggal, hidup intrauterin, situs bujur, habitus fleksi, posisi puki, preskep,
belum masukPAP, kondisi jalan lahir normal, ku ibu dan janin baik dengan
masalah sering kencing, prognosa baik.
2. Tujuan
·
Keadaan ibu dan janin baik serta sehat sampai
persalinan
·
Masalah sering kencing bisa teratasi
3. Kriteria
·
Ku ibu baik, kesadaran kompos mentis
·
Tanda-tanda vital normal
T :110/70-130/80 mmHg
S : 36-37,5 oC
N : 76-84x/menit
Rr : 16-24x/menit
·
Kenaikan berat badan ibu kurang lebih ½ kg per
minggu
·
Hasil pemeriksaan laboratorium normal
Urine reduksi (-), proteinuri (-), Hb >11 gr%
·
Tidak ada penyulit
-
Keluar darah dari jalan lahir
-
Keluar air ketuban sebelum waktunya
-
Kejang
-
Tidak ada gerakan janin
-
Demam
-
Nyeri hebat diperut
-
Sakit kepala
-
Kaki bengkak
-
Muntah terus menerus
·
Keluhan sering kencing bisa teratasi
·
Istirahat cukup
·
Aktifitas tidak terganggu
·
Klien mengerti penjelasan petugas
·
Janin :
-
DJJ : frekuensi 100-180x/ menit, intensitas
kuat, irama teratur
-
TFU sesuai usia kehamilan
-
Palpasi : situs bujur, preskep, janin bergerak
aktif terdapat 10 gerakan dalam waktu 2 menit sampai 2 jam
4. Intervensi
1. Lakukan pendekatan komunikasi terapeutik pada ibu
R/ dengan pendekatan terjalin kerjasama dan kepercayaan
pada petugas
2. Jelaskan
hasil pemeriksaan pada ibu
R/
ibu dapat merasa tenang dan dapat melakukan tindakan dengan koorperatif.
3. Mendiskusikan
dengan ibu kebutuhan dasar ibu hamil TM III meliputi : perawatan payudara,
senam hamil, nutrisi, eliminasi, personal hygiene, dan aktivitas
R/
Dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu sehingga dapat diberikan
penyuluhan yang tepat
4. Diskusikan
dengan ibu tentang keluhan-keluhan yang sering muncul pada ibu hamil TIII dan
cara mengatasinya.
R/
ibu lebih siap jika sewaktu-waktu ada keluhan seperti yang dijelaskan dan dapat mengatasinya
5. Diskusikan
dengan ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III
R/
Ibu mengerti dan bila terjadi sesuatu dapat mencari bantuan
6.
Jelaskan pada ibu tanda-tanda persalinan
R/ ibu dapat mewaspadai secara dini jika sewaktu-waktu terjadi
tanda-tanda persalinan.
7. Jelaskan
persiapan yang dibutuhkan saat persalinan (P4K)
R/
Mempersiapkan ibu dan keluarga menghadapi persalinan
8. Anjurkan
pada ibu untuk mengobservasi gerakan janin setiap hari
R/
Mendeteksi dini kelainan pada janin
9. Beri
zat besi dan vitamin dan jelaskan obat yang diberikan
R/
Menjaga kondisi ibu tetap baik dan ibu dapat memahami
10. Anjurkan
ibu periksa ulang 1 bulan
lagi sesuai tanggal periksa di buku KIA
atau sewaktu-waktu bila ada keluhan
R/
Pemeriksaan teratur kehamilan sehingga dapat mendeteksi bagaimana keadaan ibu.
D. Pelaksanaan
Tanggal 18 februari 2015 Pukul : 09.00 WIB
1. Diagnosa
G1IP000I0 UK 28-29 minggu janin
tunggal, hidup intrauterin, situs bujur, habitus fleksi, posisi puka, preskep,
belum masuk PAP, kondisi jalan lahir normal, ku ibu dan janin baik dengan
masalah sering kencing, prognosa baik.
2. Implementasi
:
1. Melakukan pendekatan teapeutik pada ibu
2. Menjelaskan
hasil pemeriksaan pada ibu
a.
Ibu hamil usia 28-29 minggu
b.
Keadaan ibu dan janin baik
c.
TTV :
TD : 110/90 mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu : 36.5oC
RR : 20 x/menit
3. Mendiskusikan
kebutuhan dasar ibu hamil
a.
Ibu harus makan makanan bergizi (nasi, sayur, lauk, buah,
susu), porsi cukup, tidak terlalu banyak karena penambahan BB pada TM III tidak
boleh lebih dari 5 kg, nasinya dikurangi dibandingkan TM II, diet tinggi
protein, sayur, dan buah. Memuji Ibu karena Ibu minum susu teratur dan tidak
tarak.
b.
Sering pipis adalah hal yang wajar. Meminta Ibu untuk
mempertahankan keteraturan BAK dengan minum banyak di siang dan mengurangi
frekuensi minum di malam hari, agar istirahat ibu tidak terganggu, diet tinggi
serat, dan tidak menahan BAB.
c.
Tidur yang dibutuhkan Ibu hamil sekitar 10-11 jam, yaitu
total tidur siang dan malam
d.
Celana dalam hendaknya yang longgar, selalu ganti selagi
terasa basah, pakai bra yang menopang, cebok setelah BAK dan BAB dari depan ke
belakang.
e.
Semakin tua usia kehamilan hendaknya Ibu mengurangi sedikit
demi sedikit aktivitasnya. Meminta Ibu untuk rutin melakukan senam hamil.
Memotivasi Ibu untuk terus melanjutkan rutinitas jalan pagi
4.
Mendiskusikan dengan Ibu tentang keluhan-keluhan yang sering
muncul pada kehamilan TM III dan cara mengatasinya
a.
Keputihan, diatasi dengan sering ganti celana dalam, hindari
CD dari nilon
b.
Sembelit, diatasi dengan intake cairan, serat dalam diet,
istirahat cukup, senam hamil, BAB segera setelah ada dorongan, jalan-jalan
c.
Sering kencing, diatasi dengan mengurangi minum 2-3 jam
sebelum tidur, menambah frekuensi minum air putih di siang hari dan mengurangi
pada malam hari, tidak menahan BAK, menghindari minuman diuretic (the, kopi,
minuman bersoda).
d.
Nyeri pinggang, mengajari Ibu tentang body mekanik dan
menganjurkan untuk tidak memakai sepatu hak tinggi.
5.
Mendiskusikan dengan ibu Ibu tentang tanda-tanda bahaya
kehamilan, yaitu :
a. Perdarahan
pervaginam
b. Sakit
kepala lebih dari biasa
c. Gangguan
penglihatan tiba-tiba
d. Pembengkaan
pada wajah / tangan
e. Nyeri
abdomen / epigastrik
f. Janin
tidak bergerak sebanyak biasanya
6.
Menjelaskan tentang tanda-tanda persalinan, yaitu :
a.
Mules-mules yang teratur timbul semakin sering dan perut terasa
keras.
b.
Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
c.
Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir
7. Mendiskusikan
persiapan yang dibutuhkan saat persalinan (P4K)
a.
Penolong persalinan yaitu bidan atau dokter
b.
Tempat persalinan yaitu di rumah, di bidan, poskesdes,
puskesmas, atau rumah sakit
c.
Pendamping persalinan
d.
Kendaraan atau transportasi yang digunakan menuju tempat
persalinan
e.
Kebutuhan ibu dan janin
8. Menganjurkan
pada ibu untuk mengobservasi gerakan janin setiap hari, minimal 10 x dalam
waktu 2 menit sampai 2 jam untuk mendeteksi dini apabila ada kelainan pada
janin.
9. Memberikan
tablet tambah darah dan vitamin. Dan menganjurkan untuk minum tablet tambah
darah bersama dengan tomat / jeruk supaya penyerapan Fe dalam tubuh lebih
maksimal.
10. Meminta
Ibu untuk kontrol kembali atau kunjungan ulang 1
bulan lagi sesuai dengan tanggal kontrol di buku KIA atau jika sewaktu-waktu ada keluhan.
E. Evaluasi
Tanggal : 18 februari 2015 pukul 09:10
WIB
S :
Ibu mengatakan mengerti tentang penjelasan yang diberikan
dan akan periksa sesuai jadwal atau sewaktu-waktu saat ada keluhan
O :
1. Ibu mengerti dan faham saat dijelaskan
2.Ibu aktif bertanya tentang hal yang belum jelas
3. Ibu dapat menjelaskan kembali tentang semua penjelasan
dari bidan yaitu:
a.
Hasil pemeriksaan
b.
Kebutuhan dasar ibu hamil
c.
Keluhan yang sering muncul pada TM III
d.
Tanda bahaya kehamilan pada TM III
e.
Tanda-tanda persalinan
A :
GII00010 usia kehamilan 28-29 minggu dengan pengetahuan ibu bertambah
tentang hal-hal yang terjadi pada kehamilan TM III, serta mengerti cara
mengatasi sering kencing.
P :
|
1.
Menganjurkakn ibu merawat kehamilannya dengan baik dan
mempersiapkan persalinan
2.
Diskusikan bersama ibu tentang masa laktasi dan
persiapannya
3.
Diskusikan bersama ibu tentang alat kontrasepsi pada
kunjungan berikutnya
4.
Memesan pada ibu untuk kontrol 1 bulan lagi sesuai dengan
jadwal di buku KIA
5.
Pada saat kontrol :
a.
Lakukan pemeriksaan pada ibu sesuai standart asuhan
b.
Beri asuhan pada ibu sesuai kondisi ibu saat itu.
|
Mahasiswa
Lutfi kholifatul Jannah
DAFTAR PUSTAKA
Wiknjosastro,
Hanifa. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta:
YBPSP
Varney, Helen, dkk. 2006. Asuhan
Kebidanan Volume 2. Jakarta: EGC.
Saifuddin,
Abdul Bari. 2009. Buku Panduan Praktik Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta: YBPSP
Sastrawinata, Sulaiman.
1983. Obstetri Fisiologi. Bandung:UNPAD
Depkes RI.1992. Asuhan
Kebidanan pada ibu hamil dalam konteks keluarga. Jakarta: Depkes RI
Depkes RI.1993. Asuhan
Kebidanan pada ibu hamil dalam konteks keluarga. Jakarta: Depkes RI
Depkes RI. 1995. Manajemen Kebidanan. Jakarta:
Depkes RI.
Hamilton, Persis
Mary. 1995. Dasar-Dasar Keperawatan
Maternitas. Jakarta: EGC.
Ibrahim,
Christina, 1993. Perawatan Kebidanan,
Bhatara, Jakarta: Bhratara
Manuaba, Ida
Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta:EGC
Manuaba,
Ida Bagus Gde. 2010. Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan, KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Marmi. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Antenatal. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Mochtar, Rustam.
1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: ECG
Syaifuddin.
2012. Asuhan kebidanan Maternal Neonatal.
jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar